Pistol Polisi Meletus, Remaja di Makassar Tewas Sedang Main Tembak-Tembakan

Kapolrestabes Makassar Kombes Arya Perdana (Istimewa).

Makassar riauexpose.Com– Seorang remaja berusia 18 tahun Bertrand Eka Prasetyo Radiman tewas diduga tertembak anggota Polsek Panakkukang, Polrestabes Makassar, Minggu (1/3).

Kejadian tersebut terjadi saat korban tengah bermain tembak-tembakan gel di Jalan Toddopuli, Makassar.

Promo Fakultas Hukum UPBI

Fakultas Hukum UPBI

Idul Fitri

Selamat dan sukses ketua DPD KAI Riau

Saat peristiwa berlangsung, korban bermain tembak-tembakan bersama rekannya di Jalan Toddopuli, Kecamatan Panakkukang, Makassar.

IPTU N yang keluar dari mobil membubarkan kerumunan dengan tembakan peringatan ke atas dan menangkap korban.

Kapolrestabes Makassar Kombes Arya Perdana menjelaskan kronologi tewasnya remaja 18 tahun, Bertrand Eka Prasetyo Radiman, yang terkena tembakan dari Pistol  milik anggota polisi Iptu N.

Ia menyebut senjata tersebut meletus secara tidak sengaja hingga mengenai korban.

Insiden bermula saat Iptu N menerima laporan warga terkait sejumlah anak melakukan aksi perang-perangan memakai senjata mainan di Jalan Toddopuli Raya, Kota Makassar, Minggu (1/3) pagi.

Menurut Arya, aksi tersebut meresahkan warga terutama pengguna jalan.

“Setelah itu, salah satu anggota kami, Iptu N, itu langsung mendengar dan datang ke TKP. Ketika datang ke TKP, bertepatan dengan seorang anak muda atas nama Bertrand, pada waktu itu sedang melakukan tindakan yang cukup keras (diduga menendang) kepada salah seorang pengendara motor,” ujar Kombes Arya kepada wartawan, Selasa (3/3/2026) malam.

“Begitu Iptu N turun dari mobil, langsung melakukan penangkapan, memegang pelaku (Bertrand) sambil mengeluarkan tembakan peringatan. Setelah dilakukan tembakan peringatan, yang lain melarikan diri, hanya satu yang tertangkap, si Bertrand tadi,” imbuhnya.

Bertrand yang tertangkap lantas berupaya melarikan diri dengan cara meronta. Menurut Arya, saat itulah pistol Iptu N tidak sengaja meletus dan mengenai punggung korban.

“Bertrand berusaha untuk melarikan diri, berusaha meronta, dan ketika meronta, pistol yang masih dipegang oleh Iptu N itu meletus dengan tidak sengaja terkena bagian tubuh belakang (korban),” jelasnya.

Bertrand sendiri sempat dilarikan ke RS Grestelina, Kota Makassar, untuk mendapatkan tindakan medis.

Korban yang membutuhkan perawatan medis lebih lanjut lalu dirujuk ke RS Bhayangkara, Makassar.

“Dan ketika sudah di Rumah Sakit Bhayangkara, ternyata Bertrand, almarhum sudah meninggal dunia,” pungkasnya.

Exit mobile version