Riauexpose.com PEKANBARU — Pemerintah Kabupaten Bengkalis menunjukkan komitmen memperluas akses informasi publik hingga ke wilayah terdepan dan perbatasan dengan menghibahkan aset berupa tanah, bangunan, dan kendaraan dinas senilai sekitar Rp3,3 miliar kepada Radio Republik Indonesia (RRI).
Penyerahan hibah tersebut dilakukan melalui penandatanganan naskah hibah dan berita acara penyerahan aset di Gedung RRI Pusat, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Jumat (21/8/2026).
Aset yang diserahkan diharapkan dapat memperkuat keberadaan dan layanan penyiaran RRI, khususnya di wilayah terdepan, terluar, tertinggal (3T) dan kawasan perbatasan Kabupaten Bengkalis.
Bupati Bengkalis Kasmarni hadir langsung dalam agenda tersebut didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkalis Ersan Saputra serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Bengkalis.
Kedatangan Kasmarni disambut Direktur Utama LPP RRI yang diwakili Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) dan Umum Dedi Suparman.
Hadir pula Direktur Layanan dan Pengembangan Usaha (LPU) Yonas Markus, Dewan Pengawas LPP RRI Pusat, serta Kepala RRI Pekanbaru Agung Prasatya Rosihan Umar.
Kasmarni mengatakan, hibah aset tersebut bukan sekadar penyerahan barang milik daerah, tetapi merupakan bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap peran strategis RRI sebagai lembaga penyiaran publik.
Menurutnya, keberadaan RRI memiliki arti penting dalam memastikan masyarakat di daerah terpencil dan kawasan perbatasan tetap memperoleh informasi yang cepat, akurat, edukatif, serta mudah diakses.
“Penyerahan aset ini merupakan wujud kepedulian Pemerintah Kabupaten Bengkalis dalam mendukung keberadaan RRI. Kami berharap siaran RRI dapat menjangkau seluruh pelosok, termasuk wilayah 3T yang ada di Kabupaten Bengkalis,” ujar Kasmarni.
Ia bilang, pemerintah daerah berharap aset yang dihibahkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan jangkauan pelayanan RRI kepada masyarakat.
Bagi Kabupaten Bengkalis yang memiliki wilayah geografis strategis dan berbatasan langsung dengan negara tetangga, penguatan sarana komunikasi dan penyebaran informasi dinilai memiliki peran penting.
RRI diharapkan tidak hanya menjadi saluran informasi pemerintah, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi publik, pendidikan, kebudayaan, hingga informasi kebencanaan.
Kasmarni juga berharap sinergi antara Pemkab Bengkalis dan RRI terus diperkuat. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk menghadirkan layanan informasi publik yang berkualitas sekaligus menjangkau masyarakat yang selama ini berada jauh dari pusat pemerintahan.
Sementara itu, Direktur SDM dan Umum LPP RRI Dedi Suparman menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemkab Bengkalis.
Menurut Dedi, hibah aset tersebut menjadi dorongan penting bagi RRI untuk meningkatkan pelayanan penyiaran, terutama dalam menjangkau masyarakat yang berada di kawasan perbatasan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bengkalis atas niat baik dan dukungan yang diberikan kepada RRI. Ke depan, kami akan berupaya agar RRI, khususnya di Bengkalis, dapat menjangkau wilayah-wilayah perbatasan dengan program yang lebih dekat dengan masyarakat,” kata Dedi.
Apresiasi juga disampaikan Kepala RRI Pekanbaru Agung Prasatya Rosihan Umar. Ia mengungkapkan, penguatan keberadaan RRI di Bengkalis telah diperjuangkan sejak 2013.
Menurut Agung, perjuangan tersebut akhirnya mendapatkan titik terang pada masa kepemimpinan Bupati Kasmarni melalui hibah aset yang diberikan Pemkab Bengkalis.
“Perjuangan ini sudah dimulai sejak 2013 dan alhamdulillah dapat terwujud pada masa kepemimpinan Ibu Bupati Kasmarni. Kami tentu sangat berterima kasih atas dukungan Pemerintah Kabupaten Bengkalis,” ujarnya.
Agung mengatakan, pihaknya akan terus menindaklanjuti berbagai upaya penguatan kelembagaan RRI di Bengkalis, termasuk memperjuangkan agar RRI SP Bengkalis dapat berkembang menjadi satuan kerja tersendiri.
Penandatanganan naskah hibah dan berita acara penyerahan aset berlangsung lancar. Selain agenda penyerahan aset, Pemkab Bengkalis dan RRI juga membahas penguatan kerja sama di bidang informasi dan penyiaran publik.
“BACA JUGA”
Pelalawan Belum Punya Lapas, Tahanan dan WBP Dititipkan di Pekanbaru
Disinyalir Terima Suap, 4 Pejabat Unsoed Terjaring OTT KPK
Kualitas Udara Memburuk Akibat Karhutla, Pelalawan Minta 18 Ribu Masker ke Pemprov Riau






