Riauexpose.com || Usai resmi menerima Surat Keputusan (SK) kepengurusan dari Pengurus Besar Federasi Kurash Indonesia (PB Ferkushi), Pengurus Provinsi Federasi Kurash Indonesia (Pengprov Ferkushi) Riau langsung bergerak cepat.
Kepengurusan masa bakti 2026-2030 menggelar rapat perdana guna menyusun strategi pengembangan olahraga Kurash di Bumi Lancang Kuning sekaligus mempersiapkan atlet menghadapi PON Beladiri 2026.
Rapat yang berlangsung di Meeting Room Station Kopi, Jalan Mangga, Pekanbaru, Selasa (16/6/2026), dihadiri jajaran pengurus harian Pengprov Ferkushi Riau.
Agenda tersebut menandai awal konsolidasi organisasi setelah terbitnya SK PB Ferkushi Nomor 20/SK/PB-Ferkushi/VI/2026 yang ditandatangani Ketua Umum PB Ferkushi, Mayjen TNI (Purn) Alif Fuddin, SH, SIP, MH.
Selain telah diterima secara resmi oleh Pengprov Ferkushi Riau, dokumen kepengurusan tersebut juga telah disampaikan kepada KONI Provinsi Riau sebagai bentuk legalitas organisasi dalam menjalankan program kerja ke depan.
Sekretaris Pengprov Ferkushi Riau, Muhammad Rifqy Fahlevi, mengatakan rapat perdana difokuskan pada penyusunan agenda strategis yang akan menjadi prioritas organisasi dalam waktu dekat.
“Beberapa agenda yang menjadi pembahasan antara lain persiapan tempat latihan atlet, persiapan menghadapi PON Beladiri 2026, pelantikan pengurus, pelatihan wasit dan pelatih, serta pembentukan Pengkab dan Pengkot di daerah yang hingga kini belum terbentuk,” ujar Rifqy.
Senada dengan itu, Bendahara Pengprov Ferkushi Riau, Aprianto, menyampaikan pihaknya juga mulai menyiapkan berbagai kebutuhan pelantikan pengurus, termasuk pengadaan seragam resmi organisasi.
Menurutnya, soliditas pengurus menjadi modal penting dalam membangun organisasi yang masih tergolong baru di Riau tersebut.
Pengprov Ferkushi Riau sendiri dihuni berbagai figur yang selama ini aktif dan peduli terhadap perkembangan olahraga. Meski berasal dari latar belakang berbeda, seluruh pengurus berkomitmen untuk berkolaborasi demi memajukan olahraga Kurash di Provinsi Riau.
Di sisi lain, Pelatih Kurash Riau, Arief Wahyudi, mengungkapkan bahwa Kurash merupakan cabang olahraga bela diri asal Uzbekistan yang mulai berkembang di Indonesia sejak 2016 dan hadir di Riau pada 2023.
“Kurash hampir mirip dengan judo, namun tidak ada teknik kuncian. Pertandingannya lebih menitikberatkan pada teknik bantingan,” jelas Arief.
Dia menyebut perkembangan Kurash di Riau masih menghadapi berbagai tantangan. Saat ini, Riau baru memiliki sekitar 10 atlet aktif dan satu pelatih.
Pada PON Aceh-Sumut lalu, Riau hanya mampu mengirim empat atlet dan berhasil mempersembahkan satu medali perunggu.
“Kami masih membutuhkan banyak dukungan untuk pengembangan atlet. Namun capaian satu medali perunggu di PON lalu menjadi motivasi untuk terus berkembang,” katanya.
Ketua Pengprov Ferkushi Riau, Dedi Harianto Lubis yang akrab disapa DHL, menegaskan bahwa seluruh pengurus harus memiliki semangat yang sama dalam membesarkan Kurash di Riau.
Menurutnya, karena Kurash masih tergolong olahraga baru, maka dibutuhkan kerja keras, sinergi, dan kolaborasi dari seluruh elemen yang terlibat.
“Kurash ini masih baru di Riau, sehingga dibutuhkan kerja ekstra. Peran dan tanggung jawab moral kita sama. Dengan jaringan dan kemampuan yang dimiliki masing-masing pengurus, mari kita besarkan olahraga Kurash bersama-sama di Riau,” tegas DHL.
DHL juga bilang, Pengprov Ferkushi Riau menargetkan latihan atlet sudah mulai berjalan pada Juli 2026 sebagai bagian dari persiapan menghadapi PON Beladiri.
“Untuk program pemusatan latihan atau training center (TC) dan agenda lainnya, tentu akan menyesuaikan dengan program serta arahan dari KONI Riau,” pungkasnya.















