Kejagung Awasi Program MBG, Menu Basi hingga Makanan Tak Sampai Rp10 Ribu Bakal Ditindak

Jaksa Agung Muda Intelijen, Reda Manthovani, mengungkapkan pihaknya membuka kanal pengaduan langsung bagi sekolah untuk melaporkan kualitas hingga dugaan penyimpangan program tersebut.
Jaksa Agung Muda Intelijen, Reda Manthovani (istimewa).

Riauexpose.com | Kejaksaan Agung mulai mengawasi secara ketat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Jaksa Agung Muda Intelijen, Reda Manthovani, mengungkapkan pihaknya membuka kanal pengaduan langsung bagi sekolah untuk melaporkan kualitas hingga dugaan penyimpangan program tersebut.

Promo Fakultas Hukum UPBI

Fakultas Hukum UPBI

Idul Fitri

Selamat dan sukses ketua DPD KAI Riau

Langkah ini dilakukan sebagai bentuk penguatan pengawasan terhadap program pemerintah yang menyasar siswa di seluruh Indonesia.

Melalui sistem yang disiapkan, Kejaksaan membuka hotline dan tautan khusus yang dapat diakses oleh kepala sekolah, guru, hingga siswa sebagai penerima manfaat.

Reda Manthovani menjelaskan, laporan dari masyarakat akan ditampung melalui aplikasi Jaga Desayang selama ini digunakan untuk memantau berbagai program di tingkat desa.

“Ada pengembangan, di mana kami memberikan hotline atau link kepada penerima manfaat, agar mereka bisa melaporkan langsung kualitas produk MBG tersebut,” ujar Reda di Jakarta, Minggu (20/4/2026).

Resa bilang, laporan yang masuk tidak hanya terkait temuan negatif, seperti makanan basi atau tidak sesuai dengan standar anggaran Rp10.000, tetapi juga apresiasi jika makanan yang disajikan dinilai baik.

“Kalau makanannya tidak layak, silakan laporkan. Bahkan kalau enak pun, silakan dilaporkan. Semua akan kami tampung untuk evaluasi,” katanya.

Untuk memastikan validitas laporan, Kejaksaan juga melibatkan unsur desa, seperti Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dalam melakukan verifikasi di lapangan.

Hal ini penting mengingat keberadaan jaksa yang terbatas di wilayah perkotaan, sementara program MBG menyasar hingga ke desa-desa.

“Untuk meng-cross check laporan, kami libatkan BPD karena mereka berada langsung di lingkungan sekolah penerima manfaat,” pungkasnya.

Exit mobile version