Tampak depan Hotel Hollywood di Riau

Karhutla Terjadi di Enam Daerah, Pemprov Riau Belum Tetapkan Status Siaga Darurat

IMG 9556
IMG 9557
Foto Karhutla di Provinsi Riau

riauexpose.com PEKANBARU — Pemerintah Provinsi RiauProvinsi Riau hingga kini belum menetapkan status siaga darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), meski kebakaran telah terjadi di enam kabupaten/kota.

Penetapan status tersebut masih menunggu adanya minimal tiga daerah yang terlebih dahulu menetapkan status siaga Karhutla.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, M Edy AfrizalM Edy Afrizal, mengatakan kondisi Karhutla saat ini masih dapat ditangani oleh pemerintah kabupaten dan kota.

Kendati demikian, BPBD Riau terus mendorong daerah yang terdampak untuk segera menetapkan status siaga apabila kebakaran berpotensi meluas.

“Kita sudah mendorong kabupaten/kota yang berpotensi terjadi Karhutla agar mempertimbangkan penetapan status siaga. Saat ini Provinsi Riau masih berstatus siaga bencana hidrometeorologi hingga akhir bulan ini,” ujar Edy Afrizal, Kamis (29/1).

Edy menjelaskan, BPBD Riau terus berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait prediksi cuaca dan potensi masuknya musim kemarau di wilayah Riau.

Menurutnya, kondisi cuaca sejak awal Januari cenderung tidak menentu, di mana cuaca panas kerap diselingi hujan.

“Beberapa hari ini sempat panas, kemudian turun hujan. Di Riau sendiri memang terdapat dua periode musim panas. Saat ini masih tahap pemanasan, nanti hujan kembali di pertengahan tahun dan setelah itu kembali panas,” jelasnya.

Terkait status siaga bencana hidrometeorologi, Edy menyebutkan status tersebut akan berakhir secara otomatis pada 31 Januari 2025. Selanjutnya, Pemprov Riau akan menunggu penetapan status siaga Karhutla dari daerah, mengingat kebakaran telah terjadi di enam wilayah.

“Status hidrometeorologi akan berakhir otomatis. Sekarang kita menunggu jika ada kabupaten/kota yang menetapkan status siaga Karhutla, karena Karhutla sudah terjadi di enam daerah,” ungkapnya.

Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, menyampaikan pihaknya telah berkoordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Riau untuk mengantisipasi potensi Karhutla. Upaya pencegahan, kata dia, dilakukan secara terpadu dengan melibatkan seluruh unsur terkait.

“Untuk antisipasi Karhutla, kami sudah membahas bersama Forkopimda Riau. Upaya pencegahan langsung dilakukan bersama, dan kami juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar,” ujar SF Hariyanto.

Berdasarkan data BMKG, tercatat sebanyak 45 titik panas (hotspot) di wilayah Riau. Sebaran hotspot tersebut meliputi Kabupaten Bengkalis sebanyak 12 titik, Kota Dumai 4 titik, Pelalawan 3 titik, Rokan Hilir 1 titik, Rokan Hulu 1 titik, Siak 1 titik, serta terbanyak di Kabupaten Indragiri Hilir dengan 23 titik.

69 / 100 Skor SEO
https://riauexpose.com/wp-content/uploads/2024/06/Merah-Ilustratif-Modern-Dirgahayu-Bhayangkara-Instagram-Story_20240629_090843_0000.png