Warga Minas Tantang Gubernur Riau dengan Aksi Tidur di Jalan
SIAK ~ Ratusan warga Kecamatan Minas, Kabupaten Siak, turun ke jalan memblokir ruas jalan utama di Simpang Perawang Senin (15/9/2025).
Aksi itu merupakan bentuk protes keras terhadap abainya Pemerintah Provinsi Riau dalam menangani jalan rusak yang sudah lama berlangsung.
Sejak pagi, warga berkumpul, membentangkan kayu dan spanduk dan mendirikan tenda di tengah jalan. Mereka bertekad akan bertahan hingga Gubernur Riau Abdul Wahid memberikan jawaban pasti soal perbaikan.
“Kami tidak akan pulang, kami tidur di jalan ini sampai ada kepastian. Jangan hanya janji-janji kosong,” tegas seorang warga, Surya (45), dengan suara lantang.
Kemarahan warga bukan tanpa alasan. Ruas jalan tersebut sudah bertahun-tahun rusak parah, namun tidak pernah disentuh perbaikan. Padahal, jalur itu merupakan nadi ekonomi yang menghubungkan Minas–Perawang.
“Kalau dibiarkan begini, sama saja pemerintah menutup mata terhadap penderitaan rakyatnya,” sindir warga lainnya.
Penyebab utama kerusakan jalan, menurut warga, adalah tingginya mobilitas truk over dimension over load (ODOL), khususnya angkutan batu bara, CPO, dan kayu balak.
Truk-truk raksasa itu melintas setiap hari tanpa pengawasan dari instansi terkait, membuat jalan amblas, berlobang, dan rawan kecelakaan.
“Jangan salahkan hujan, yang bikin jalan hancur itu truk-truk ODOL. Pemerintah tahu, tapi diam,” ucap Ridwan warga lainnya.
Ironisnya, kontribusi perusahaan-perusahaan besar yang diuntungkan dari jalur tersebut nyaris nihil. Tak ada inisiatif swadaya atau tanggung jawab sosial lewat bantuan CSR dalam memperbaiki jalan. Hal itu membuat warga merasa dipermainkan.
“Mereka cuma tahu mengeruk keuntungan. Kalau jalan rusak, biar masyarakat yang menanggung derita,” cetus seorang ibu rumah tangga di lokasi pagi itu.
Selain itu, warga Minas juga mendesak Pemerintah Kabupaten Siak untuk bertindak tegas menertibkan truk ODOL. Mereka khawatir, sekalipun perbaikan dilakukan, jalan akan kembali rusak bila kendaraan-kendaraan raksasa itu dibiarkan bebas melintasi jalan tersebut.
“Apa gunanya diperbaiki kalau besok lusa dihancurkan lagi oleh truk-truk itu? Kami butuh solusi permanen, bukan tambal sulam,” ujar pemuda Minas Siam.
Aksi blokir jalan ini membuat arus lalu lintas dari dan menuju Perawang lumpuh total. Kendaraan pribadi, angkutan barang, hingga pekerja pabrik terpaksa berhenti di lokasi atau mencari jalan alternatif. Polisi dari Polres Siak yang diterjunkan hanya bisa melakukan pengamanan agar situasi tetap kondusif.
Hingga berita ini diturunkan, Gubernur Riau Abdul Wahid ataupun pimpinan Dinas terkait belum memberikan tanggapan resmi.








