Tampak depan Hotel Hollywood di Riau

Gerebek Gudang Beras Oplosan di Pekanbaru, Kapolda Riau Beberkan Modus Pelaku

Gerebek Gudang Beras Oplosan di Pekanbaru, Kapolda Riau Beberkan Modus Pelaku

http://Irjen Pol Herry HeryawanKapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan

Pekanbaru, Kepolisian Daerah Riau melalui Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) mengungkap dugaan praktik pengemasan ulang dan pencampuran beras yang dinilai dapat merugikan konsumen.

Penggerebekan dilakukan polisi di sebuah gudang distributor beras yang berlokasi di Jalan Pemasyarakatan, Kota Pekanbaru, Sabtu (26/7).

Penindakan ini dipimpin langsung oleh Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, sebagai tindak lanjut dari arahan Kapolri untuk menjaga keamanan di sektor pangan.

“Ini merupakan bentuk komitmen polri dalam menindaklanjuti instruksi pimpinan, agar masyarakat mendapatkan hak mereka atas pangan yang berkualitas dan sesuai harga,” ungkap Irjen Herry saat meninjau lokasi.

Di sana polisi berhasil mengamankan satu orang yang diduga bertanggung jawab atas aktivitas tersebut, berinisial L, yang saat ini dalam pemeriksaan lebih lanjut di Mapolda Riau.

Irjen Herry bilang, kegiatan yang teridentifikasi meliputi pencampuran (oplos) beras medium dengan beras kualitas lebih rendah, yang kemudian dikemas ulang ke dalam karung resmi milik Bulog dengan label SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan).

Karung tersebut berkapasitas 5 kilogram dan digunakan untuk mendistribusikan beras yang tampak seperti beras subsidi.

“Program SPHP ini merupakan bentuk perhatian pemerintah agar masyarakat dapat menjangkau kebutuhan pokok dengan harga yang wajar,” katanya.

Maka, lanjut Kapolda, ketika ditemukan adanya tindakan curang yang memanfaatkan label SPHP secara tidak semestinya, tentu ini menjadi perhatian khusus.

Selain itu, ditemukan juga praktik repacking beras ke dalam kemasan premium dengan merek-merek seperti Airan, Family, Anak Daro Merah, dan Kuriak Kusuik.

Beras tersebut dikirim dari salah satu kabupaten di Riau, lalu dijual seolah-olah sebagai produk premium.

Dari hasil pengungkapan, polisi menyita sekitar 8 hingga 9 ton beras beserta kemasan bermerek yang diduga digunakan untuk pengemasan premium.

Direktur Reskrimsus Polda Riau, Kombes Pol Ade Kuncoro Ridwan, menjelaskan bahwa penyidikan masih terus dikembangkan.

Berdasarkan data sementara, beras yang diduga telah dioplos itu telah tersebar ke lebih dari 20 toko dan minimarket di wilayah Pekanbaru.

“Kami terus menelusuri dari mana asal kemasan SPHP tersebut, serta ke mana saja beras tersebut disalurkan. Langkah ini penting agar kita bisa menutup celah penyalahgunaan yang bisa berdampak pada kepercayaan masyarakat,” terang Kombes Ade.

Kapolda Riau menegaskan bahwa seluruh jajaran di bawah Polda Riau kini tengah meningkatkan pengawasan dan deteksi dini terhadap praktik-praktik yang dapat merugikan masyarakat di sektor pangan.

“Kejahatan ekonomi seperti ini memang sangat sensitif, karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat. Maka kami mengajak semua pihak, termasuk pelaku usaha, untuk mengedepankan etika dan tanggung jawab bersama dalam menjaga ekosistem pangan kita,” pungkas Irjen Herry.

https://riauexpose.com/wp-content/uploads/2024/06/Merah-Ilustratif-Modern-Dirgahayu-Bhayangkara-Instagram-Story_20240629_090843_0000.png