PELALAWAN riauexpose.Com– SekataNews.com menggelar kegiatan edukasi literasi media dan pelatihan jurnalistik yang digelar di Kelurahan Pangkalan Kerinci Timur, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Riau.
Kegiatan yang diinisiasi oleh PT Sekata Bersaudara Media ini mengusung tema “Edukasi Citizen Journalism dan Penguatan Literasi Media Melawan HoaksLiterasi Media Melawan Hoaks.”
Selain pelatihan jurnalistik, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan buka puasa bersama serta pemberian santunan kepada puluhan anak yatim di wilayah operasional perusahaan.
Owner SekataNews.com, Riski Apdalli mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap maraknya penyebaran informasi yang belum terverifikasi di ruang digital.
“Alhamdulillah, di momen penuh keberkahan ini kita bisa bersilaturahmi sekaligus mengedukasi masyarakat melalui pelatihan jurnalistik, dilanjutkan dengan buka puasa bersama dan santunan anak yatim semampu kami,” ujar Riski dalam sambutannya.
Pelatihan tersebut mendapat antusias dari berbagai organisasi mahasiswa (Ormawa), di antaranya Himapersis, GAMKI, IPMPB, HMI, KAMMI, GMNI, GMKI, dan Hipmawan.
Turut hadir pula sejumlah mitra dan pemangku kepentingan seperti Baznas Pelalawan, EMP Bentu Limited, OPD, Polres, serta masyarakat setempat.
Dalam sesi pelatihan, peserta mendapatkan materi terkait Citizen Journalism, teknik wawancara, serta teknik penulisan berita yang disampaikan oleh jurnalis bersertifikat UKW Madya.
Sementara itu, jurnalis UKW Utama sekaligus pengurus Bidang Hukum Persatuan Wartawan IndonesiaProvinsi Riau, Jon Hendri yang akrab disapa Jhon Chory, memberikan materi tentang Kode Etik Jurnalistik (KEJ).
Dalam pemaparannya, ia menegaskan pentingnya jurnalis, termasuk jurnalis warga, memahami prinsip dasar jurnalistik seperti akurasi, keberimbangan, dan verifikasi informasi sebelum menyebarkan berita kepada publik.
Menurutnya, di era digital saat ini siapa pun dapat menjadi penyebar informasi. Oleh karena itu, pemahaman terhadap etika jurnalistik menjadi sangat penting agar masyarakat tidak ikut menyebarkan hoaks.
“Setiap informasi harus diverifikasi terlebih dahulu. Jangan sampai kita ikut menyebarkan berita yang belum jelas kebenarannya. Di sinilah pentingnya memahami Kode Etik Jurnalistik,” jelas Jon Hendri di hadapan peserta.
Riski Apdalli juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, khususnya para mahasiswa yang terlibat dalam kepanitiaan.
“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi, terutama adik-adik mahasiswa dari berbagai organisasi. Secara khusus kami mengapresiasi panitia dari Himapersis, Dinda Agung Prayoga, serta dari GAMKI, Yosep Maulana Sihombing,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan edukasi literasi media seperti ini dapat terus berlanjut sehingga masyarakat semakin bijak dalam menyikapi informasi di era digital.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan ke depan. Meski saat ini masih minim perhatian dari berbagai pihak, kami yakin langkah kecil ini bisa memperkuat sinergi dalam melawan hoaks,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPC Pemuda Tani Indonesia (PTI) Pelalawan yang juga anggota DPRD dari Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya turut mengapresiasi kegiatan tersebut.
Ia menilai edukasi literasi media sangat penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah.
Menurutnya, kegiatan seperti ini juga dapat membuka peluang kolaborasi dengan organisasi mahasiswa untuk mendukung program prioritas pemerintah, khususnya di sektor pertanian.
“Ini momen langka di Pelalawan. Sayang jika kegiatan positif seperti ini tidak mendapat perhatian lebih. Ke depan kita bisa berkolaborasi, termasuk dalam mengedukasi program prioritas Presiden terkait swasembada pangan,” ujarnya.
Kegiatan kemudian ditutup dengan buka puasa bersama, pemberian santunan secara simbolis kepada anak-anak yatim, serta sesi foto bersama seluruh peserta kegiatan.









