SIAK – Suasana haru dan bahagia terpancar di kompleks rumah dinas Bupati Siak pada Sabtu (11/10) pagi. Tempat yang biasanya menjadi pusat kegiatan pemerintahan itu hari ini berubah menjadi tempat penuh makna Rumah Rakyat yang benar-benar hidup bersama masyarakatnya.
MemperingatiDi Rumah Rakyat, Lima Pasang Raja dan Ratu Sehari Rayakan Cinta di Hari Jadi Siak, Pemerintah Kabupaten Siak menggelar acara nikah massal dan khitanan anak sholeh, yang diikuti oleh lima pasang pengantin dan puluhan anak dari berbagai kecamatan di Negeri Istana.
Raut bahagia terpancar dari wajah para pengantin. Usai melafazkan ijab kabul, mereka bersanding bak raja dan ratu sehari di pelaminan yang dihias megah dengan nuansa adat Melayu.
Senyum merekah, air mata haru jatuh, menyatu dalam momen sekali dalam seumur hidup yang sulit dilupakan.
Orang nomor satu di Negeri Istana, Afni Zulkifli, turut hadir memberi selamat dan menyaksikan secara langsung prosesi penuh hikmat tersebut.
Ia menyampaikan rasa syukur dan harunya melihat suasana bahagia yang lahir dari kesederhanaan namun penuh nilai kebersamaan.
“Terharu dan bahagia. Sederhana penuh makna. Hari ini kompleks rumah dinas yang menjadi Rumah Rakyat kami buka untuk pasangan pengantin dalam acara Nikah Massal, lengkap adat dan syariat,” ungkap Afni.
Afni bilang, kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan wujud nyata dari semangat kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat. Ia ingin rumah dinas tak hanya menjadi tempat pejabat, tapi juga tempat rakyat merasakan kasih dan kepedulian pemimpinnya.
“Kami ingin Rumah Rakyat ini betul-betul menjadi milik rakyat. Hari ini bukan cuma tempat menikah, tapi juga tempat anak-anak sholeh berkhitan,” timpalnya.
Semua ini lanjut Afni, disiapkan dengan niat ibadah dan doa agar menjadi berkah barokah untuk Siak di usianya yang ke-26 tahun.
Seluruh pasangan pengantin pun mengaku bersyukur dan terharu. Salah satunya, Ahmad dan Siti, pasangan muda dari Kecamatan Sungai Apit, mengatakan bahwa program ini menjadi anugerah besar bagi mereka yang ingin membangun rumah tangga tapi terkendala biaya.
“Alhamdulillah, kami tak sangka bisa menikah di sini. Lengkap dengan adat Melayu, di rumah pemimpin kami sendiri. Terima kasih Pemkab Siak, ini jadi kenangan seumur hidup,” ucap Ahmad yang diaminkan istri tercinta.
Disisi lain, tawa riang anak-anak yang ikut khitan menambah semarak suasana. Mereka menerima bingkisan dan doa dari panitia, simbol kasih sayang yang mengalir dari pemerintah kepada generasi penerus di negeri istana.
Acara berlangsung khidmat, diselingi pembacaan doa dan lantunan marhaban yang membuat suasana kian syahdu. Sejumlah tokoh masyarakat dan keluarga para peserta turut hadir, ikut larut dalam kebahagiaan bersama.
Momen HUT ke-26 Kabupaten Siak kali ini terasa istimewa. Bukan hanya dirayakan dengan pesta dan hiburan, tetapi dengan aksi nyata yang menyentuh hati rakyat, mengisyaratkan bahwa makna pemerintahan sejati adalah hadir di tengah masyarakat, berbagi cinta, dan menebar keberkahan.






