Flyover Garuda Sakti Masuk Prioritas
PEKANBARU – Tahun ini, Provinsi Riau mendapat alokasi dana sebesar Rp25,12 triliun dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui skema Transfer ke Daerah (TKD).
Dana tersebut akan menyokong pembangunan infrastruktur, layanan kesehatan, hingga pendidikan di 12 kabupaten/kota.
Gubernur Riau, Abdul Wahid, menyebut tahun ini menjadi momen penting bagi percepatan pembangunan. Beberapa proyek besar sudah masuk agenda prioritas, salah satunya pembangunan Flyover Garuda Sakti di Pekanbaru yang ditujukan untuk mengurai kepadatan lalu lintas di kawasan tersebut.
“Pemerintah pusat dan daerah berkomitmen bersinergi. Pembangunan flyover ini diharapkan bisa memberi kenyamanan bagi masyarakat, sekaligus memperlancar konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi Riau,” ujar Wahid, Kamis (4/9/2025).
Selain flyover, Pemprov Riau juga menyiapkan sejumlah proyek strategis lain, antara lain peninggian badan jalan di ruas Kerinci Kabupaten Pelalawan yang kerap terendam banjir, penataan kawasan wisata sejarah Candi Muara Takus, serta pembangunan turap di Indragiri Hulu guna mengantisipasi banjir dan longsor.
Dari total alokasi Rp25,12 triliun tersebut, Pemprov Riau mendapatkan Rp4,19 triliun. Dana ini akan diprioritaskan pada program infrastruktur, peningkatan kualitas layanan kesehatan, serta penguatan sektor pendidikan.
“Pengelolaan anggaran tahun ini menjadi krusial agar manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat. Setiap proyek yang berjalan harus benar-benar memberi dampak nyata,” timpal Wahid.
Kendati demikian, tantangan di depan mata juga perlu diantisipasi. Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Riau mengingatkan adanya potensi pemangkasan dana transfer pada 2026, sesuai proyeksi Nota Keuangan RAPBN, yang bisa mencapai 25 persen. Jika hal itu terealisasi, Riau diperkirakan akan kehilangan sekitar Rp6,39 triliun.
“Karena itu, pemanfaatan anggaran tahun 2025 harus benar-benar optimal. Pemerintah daerah perlu memastikan proyek berjalan tepat sasaran sebelum alokasi anggaran berkurang,” ungkap Fitra Riau dalam keterangannya.








