Irjen Arman Achdiat Terima Tanjak LAMR Siak, Simbol Penerimaan Adat
SIAK, RIAUEXPOSE.COM – Kunjungan kerja perdana Kapolda Riau Irjen Pol Arman Achdiat ke Kabupaten Siak Kamis (29/10/2026) disambut dengan prosesi adat Melayu pemasangan tanjak yang sarat makna.
Timbalan Ketua Majelis Kerapatan Adat (MKA) Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Siak, Datuk H. Makmur, menyampaikan bahwa pemasangan tanjak kepada Kapolda Riau Irjen Pol Arman Achdiat merupakan bentuk penghormatan sekaligus simbol penerimaan adat Melayu terhadap kehadiran pimpinan kepolisian di Bumi Lancang Kuning.
Menurutnya, tanjak bukan sekadar penutup kepala, tetapi memiliki makna kehormatan, marwah, serta harapan agar seorang pemimpin senantiasa mengedepankan kebijaksanaan dalam menjalankan amanah.
“Pemasangan tanjak ini merupakan bentuk penghormatan dan penerimaan kami secara adat Melayu kepada Kapolda Riau Irjen Pol Arman," ujar Datuk H. Makmur.
Kami, lanjut Datuk H Makmur, berharap beliau dapat menjadi pemimpin yang arif dan bijaksana, mengayomi seluruh masyarakat, serta menegakkan hukum dengan adil tanpa membeda-bedakan.
Senada dengan itu, Kapolda Riau Irjen Pol Arman Achdiat menyampaikan apresiasi atas sambutan adat yang diberikan Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Siak dalam kunjungan kerja perdananya.
Menurut Irjen Arman, penghormatan melalui pemasangan tanjak tersebut menjadi momen untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat sinergi antara kepolisian, tokoh adat, serta masyarakat dalam menjaga keamanan dan melestarikan budaya Melayu di Provinsi Riau.
“Ini merupakan suatu kehormatan bagi saya. Kami ingin terus membangun sinergi dengan tokoh adat, tokoh masyarakat, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat," ujar Irjen Arman.
"Dengan kebersamaan dan dukungan masyarakat, kita harapkan Riau tetap aman, damai, serta nilai-nilai adat dan budaya Melayu tetap terjaga," timpalnya.
Dalam rangkaian kunjungan kerja perdana tersebut, Kapolda Riau Irjen Pol Arman Achdiat juga melaksanakan ziarah ke makam Sultan Siak, yang merupakan salah satu tokoh bersejarah sekaligus pahlawan nasional.
Ziarah ini menjadi bagian dari penghormatan terhadap sejarah dan perjuangan para pendahulu, khususnya Kesultanan Siak yang memiliki peran penting dalam perjalanan sejarah Melayu dan perkembangan wilayah Riau.
Agenda kunjungan Kapolda Riau siang itu berlanjut ke Istana Siak, salah satu ikon sejarah dan kebudayaan Melayu yang menjadi kebanggaan warga negeri istana.
Kunjungan tersebut menjadi momen untuk mengenal lebih dekat warisan sejarah, tradisi, serta nilai-nilai budaya yang masih hidup dan dijunjung tinggi masyarakat Siak.
Selain agenda kebudayaan dan sejarah, kunjungan kerja Kapolda Riau Irjen Arman juga diisi dengan kegiatan penanaman 1.000 pohon sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.
Kapolda Riau juga dijadwalkan mengikuti kegiatan ramah tamah bersama tokoh masyarakat, tokoh adat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pelaku usaha, serta berbagai organisasi kemasyarakatan (ormas).
Pertemuan tersebut menjadi ruang silaturahmi sekaligus mempererat komunikasi antara kepolisian dan berbagai elemen masyarakat dalam mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif.
Keterlibatan tokoh adat, tokoh masyarakat, pemerintah daerah, dan pelaku usaha juga memiliki arti penting dalam membangun kolaborasi untuk menjaga stabilitas daerah serta mendukung pembangunan di Kabupaten Siak dan Provinsi Riau pada umumnya.
Dalam tradisi Melayu, tanjak bukan sekadar penutup kepala, melainkan bagian dari identitas budaya yang mengandung nilai kehormatan, marwah, dan kebesaran adat.
Dengan semangat kebersamaan dan penghormatan terhadap adat istiadat, kunjungan kerja perdana Kapolda Riau di Kabupaten Siak menjadi momen untuk mempererat hubungan kelembagaan sekaligus membangun komunikasi yang harmonis antara kepolisian dan masyarakat di Kabupaten Siak dan Provinsi Riau pada umumnya.