Kabau Sirah Telan Pil Pahit, Ditahan PSMS 1-1, Teco Sorot Kinerja VAR

Pelatih Semen Padang FC Stefano Cugurra alias Teco menyampaikan kekecewaannya terhadap keputusan wasit dan penerapan VAR seusai laga kontra PSMS Medan di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Sabtu (17/10/2026). Foto: Istimewa
Penulis: Usman
Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:07:00 WIB

RIAUEXPOSE.COM, BEKASI – Skuad Kabau Sirah, Semen Padang FC, harus menelan pil pahit setelah gagal mengamankan kemenangan di kandang sendiri.

Menjamu PSMS Medan pada pekan keenam Pegadaian Championship 2026/2027 di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Sabtu (17/10/2026), Semen Padang harus puas berbagi angka setelah laga berakhir imbang 1-1.

Hasil ini bukan sekadar kehilangan dua poin bagi Semen Padang. Pertandingan yang berlangsung sengit hingga menit-menit akhir itu juga menyisakan kekecewaan bagi pelatih Stefano Cugurra alias Teco, yang melontarkan kritik keras terhadap keputusan wasit dan penerapan Video Assistant Referee (VAR).

Teco menilai terdapat ketidakjelasan dalam penerapan VAR, terutama saat gol PSMS Medan disahkan setelah melalui peninjauan perangkat pertandingan. Ia meyakini gol tersebut semestinya dianulir karena diduga diawali posisi offside.

“Gol mereka jelas offside. Pemain yang melakukan tembakan sudah berada dalam posisi offside sebelum pemain lain mencetak gol. Bagaimana VAR tidak bisa melihat ini?” ujar Teco saat konferensi pers seusai pertandingan.

Kekecewaan Teco tidak terlepas dari keputusan berbeda yang menurutnya terjadi dalam dua situasi penting.

Pada babak pertama, gol Semen Padang lebih dahulu dianulir setelah pemeriksaan VAR menunjukkan adanya posisi offside.

Namun, ketika PSMS mencetak gol pada penghujung babak kedua, Teco mempertanyakan mengapa situasi yang dianggapnya serupa tidak menghasilkan keputusan yang sama.

“Gol kita juga dianulir karena offside. Wasit melihat monitor dan kemudian pertandingan dilanjutkan. Tetapi, kenapa gol mereka berbeda? Kenapa tidak sama?” kritik pelatih asal Brasil tersebut.

Menurut Teco, teknologi VAR seharusnya membantu wasit mengambil keputusan secara lebih akurat, bukan justru memunculkan polemik yang merugikan salah satu tim.

Ia juga meminta operator kompetisi dan PSSI mengevaluasi kinerja perangkat pertandingan, khususnya petugas yang bertanggung jawab dalam pengambilan keputusan melalui VAR.

Pertandingan Semen Padang kontra PSMS berlangsung ketat sejak awal. Kedua tim berupaya mencari keunggulan, tetapi tidak ada gol yang tercipta hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Semen Padang berusaha meningkatkan intensitas serangan. Namun, PSMS justru berhasil memecah kebuntuan melalui Javier Siverio pada menit 90+5.

Gol tersebut sempat membuka peluang bagi tim berjuluk Ayam Kinantan untuk membawa pulang tiga poin dari Bekasi.

Akan tetapi, Semen Padang menunjukkan daya juang hingga detik-detik terakhir. Risman Ariyanto Maring berhasil mencetak gol penyama kedudukan pada menit 90+14, sekaligus menyelamatkan Kabau Sirah dari kekalahan.

Skor 1-1 bertahan hingga pertandingan berakhir. Semen Padang pun gagal memenuhi target kemenangan, sementara PSMS harus merelakan tiga poin yang sudah berada di depan mata.

Kekecewaan juga dirasakan pemain Semen Padang, Mirza, yang menilai timnya sejak awal menargetkan kemenangan, bukan sekadar hasil imbang.

Meski demikian, ia mengajak rekan-rekannya segera melupakan hasil pertandingan tersebut dan mengalihkan perhatian ke laga berikutnya.

“Memang kita mendapatkan satu poin, tetapi target kita dari awal adalah tiga poin. Saya juga sedikit kecewa dengan keputusan wasit yang kurang memeriksa VAR. Jadi, lupakan pertandingan ini dan fokus ke laga berikutnya,” ungkapnya.

Hasil imbang ini menjadi pekerjaan rumah bagi Teco dan jajaran pelatih Semen Padang FC.

Selain mengevaluasi keputusan pertandingan yang menjadi sorotan, Kabau Sirah juga dituntut memperbaiki konsistensi permainan agar mampu kembali bersaing dalam perebutan posisi terbaik di Pegadaian Championship 2026/2027.

Semen Padang dijadwalkan menghadapi Persiku Kudus pada 30 Oktober 2026. Laga tersebut menjadi kesempatan bagi Kabau Sirah untuk bangkit dan membuktikan bahwa kekecewaan di Bekasi tidak akan memengaruhi perjuangan mereka pada pertandingan selanjutnya.

Reporter: Usman