Dongkrak Meledak, Mekanik Tewas Tertimpa Kayu Akasia di Pelalawan

Foto ilustrasi
Penulis: Usman
Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:02:00 WIB

PELALAWAN, RIAUEXPOSE.COM — Kecelakaan kerja merenggut nyawa seorang mekanik di Kabupaten Pelalawan, Riau. Saat memperbaiki truk Fuso bermuatan kayu akasia, dongkrak yang menyangga kendaraan tersebut tiba-tiba meledak.

Truk beserta tumpukan kayu yang diangkutnya ambruk dan menimpa korban yang sedang bekerja di kolong kendaraan, Kamis (15/10/2026) petang.

Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 18.10 WIB di Simpang Sepakat, Desa Pesaguan, Kecamatan Pangkalan Lesung, Kabupaten Pelalawan. Korban berinisial EP (39) dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari pihak kepolisian, insiden bermula ketika truk Fuso bernomor polisi BM 8977 LC mengalami kerusakan pada bagian as roda belakang sebelah kiri. Kendaraan tersebut saat kejadian mengalami kerusakan sejak Rabu (14/10/2026) malam.

Perbaikan kemudian dilanjutkan pada Kamis siang dengan melibatkan mekanik. Untuk memudahkan proses perbaikan dan pengelasan, truk yang masih mengangkut kayu akasia itu diangkat menggunakan dongkrak.

Namun begitu, situasi berubah menjadi petaka ketika EP berada di bawah kolong kendaraan untuk mengerjakan bagian yang rusak. Tiba-tiba terdengar suara ledakan dari arah dongkrak penyangga.

Dalam hitungan detik, truk beserta muatan kayu akasia yang dibawanya ambruk. Korban yang berada di kolong kendaraan tidak sempat menyelamatkan diri dan tertimpa beban berat hingga meninggal dunia di tempat.

Kapolres Pelalawan AKBP Ahmad Nur Ari melalui Kasi Humas AKP Thomas menjelaskan bahwa pihak kepolisian segera bergerak setelah menerima informasi mengenai kecelakaan kerja tersebut.

"Korban meninggal dunia akibat tertimpa kayu muatan kendaraan truk fuso yang sedang diperbaikinya. Anggota kita dan masyarakat mengevakuasi korban," ujar AKP Thomas.

Sekitar pukul 18.30 WIB, personel Polres Pelalawan bersama Polsek Pangkalan Lesung dan masyarakat setempat mendatangi lokasi untuk melakukan evakuasi korban.

Setelah berhasil dievakuasi dan berkoordinasi dengan keluarga, jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Efarina Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan.

Polisi juga telah berkoordinasi dengan keluarga korban dan pihak perusahaan terkait. Sementara itu, dua orang saksi berinisial BS (33) dan RZ (23) menjalani pemeriksaan guna membantu mengungkap kronologi kejadian.

Penanganan perkara selanjutnya dilakukan oleh Satuan Reserse Kriminal Polres Pelalawan.

Polisi masih mendalami rangkaian peristiwa untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan kerja yang merenggut nyawa mekanik tersebut.

Kapolres Pelalawan mengingatkan masyarakat, khususnya pekerja yang menangani kendaraan berat, agar mengutamakan keselamatan kerja.

Penggunaan peralatan penyangga sesuai standar dan penerapan prosedur keselamatan menjadi hal penting saat melakukan perbaikan di bawah kendaraan.

Peristiwa ini menjadi pelajaran bahwa perbaikan kendaraan bermuatan berat memiliki risiko fatal apabila sistem penyangga gagal menopang beban.

Pemeriksaan peralatan, pengamanan kendaraan, dan penerapan standar keselamatan kerja harus menjadi prioritas untuk mencegah kecelakaan serupa terulang.

Hingga berita ini terbit, penyebab pasti kegagalan dongkrak masih menunggu hasil pendalaman pihak kepolisian.

Reporter: Usman