RIAUEXPOSE.COM, PEKANBARU – Kombes Pol Ronny Riantoko Eppang, perwira menengah Polri lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 2003, dipercaya mengemban jabatan Kapolresta Pekanbaru setelah masuk dalam daftar mutasi Polri tertanggal 12 Oktober 2026.
Penunjukan Ronny menjadi sorotan karena ia kembali dipercaya menduduki jabatan komando kewilayahan setelah sebelumnya bertugas di lingkungan Mabes Polri.
Nama Ronny nyaris tak pernah menghiasi pemberitaan media. Bahkan, foto sosoknya pun sulit ditemukan melalui pencarian Google.
Di tengah derasnya arus informasi dan sorotan publik terhadap pejabat kepolisian, sosok Ronny seolah hadir tanpa banyak jejak di ruang digital.
Kini, pengalaman birokrasi, perencanaan anggaran, dan penugasan di wilayah menjadi bagian dari perjalanan kariernya dalam memimpin kepolisian di ibu kota Provinsi Riau.
Kombes Pol Ronny Riantoko Eppang merupakan lulusan Akademi Kepolisian tahun 2003. Setelah menempuh pendidikan kepolisian, ia menjalani perjalanan karier di sejumlah penugasan hingga memperoleh kepercayaan menduduki jabatan strategis di institusi Polri.
Berdasarkan informasi profil yang dihimpun Riauexpose.com Rabu (14/10/2026), Ronny juga menyelesaikan pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK)/Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) pada 2010.
Dalam riwayat akademiknya, ia tercatat menyandang gelar Sarjana Ilmu Kepolisian (S.I.K.) dan Magister Manajemen (M.M.).
Pendidikan tersebut menjadi bagian dari bekal profesionalnya dalam menjalankan tugas kepolisian, baik di bidang operasional maupun administrasi organisasi.
Sebelum ditunjuk sebagai Kapolresta Pekanbaru, Ronny pernah mengemban jabatan Wakapolres Badung, Polda Bali, pada 2017.
Pengalaman tersebut memberinya rekam jejak penugasan di tingkat kewilayahan. Jabatan wakapolres memiliki peran penting dalam membantu kapolres mengoordinasikan pelaksanaan tugas, menjaga stabilitas keamanan, serta memastikan pelayanan kepolisian berjalan sesuai ketentuan.
Selanjutnya, pada 2024, Ronny dipercaya menduduki posisi Kasubbagpinlugri Bagpinludagri Rojakstra Srena Polri.
Kariernya kemudian berlanjut di bidang perencanaan dan anggaran. Sebelum mendapatkan penugasan baru di Pekanbaru, ia menjabat sebagai Perancang Anggaran Madya Tingkat III di Staf Utama Kapolri Bidang Perencanaan dan Anggaran (Stamarena Polri) pada 2026.
Penugasan tersebut memperlihatkan pengalaman Ronny di lingkungan staf pusat, khususnya dalam bidang perencanaan dan tata kelola anggaran kepolisian.
Penunjukan Ronny sebagai Kapolresta Pekanbaru tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2262/X/KEP./2026 yang diterbitkan pada 12 Oktober 2026.
Ia menggantikan Kombes Pol Muharman Arta yang mendapat penugasan baru sebagai Kapolresta Banyuwangi, Polda Jawa Timur.
Pergantian tersebut merupakan bagian dari rotasi dan mutasi jabatan di lingkungan Polri sebagai bagian dari dinamika organisasi dan pembinaan karier personel.
Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Akhmadi membenarkan pergantian jabatan tersebut. Ia menyampaikan bahwa Ronny akan menggantikan Muharman Arta yang berpindah tugas ke Banyuwangi.
Serah terima jabatan Kapolresta Pekanbaru direncanakan berlangsung pada Jumat (16/10/2026) setelah informasi mutasi tersebut disampaikan kepada publik.
Kepercayaan yang diberikan kepada Ronny datang bersama tanggung jawab besar. Sebagai Kapolresta Pekanbaru, ia akan memimpin jajaran kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, serta memperkuat kualitas pelayanan publik.
Pekanbaru sebagai ibu kota Provinsi Riau memiliki dinamika perkotaan yang menuntut respons cepat dan terukur dari aparat kepolisian.
Penanganan tindak kriminalitas, keamanan lalu lintas, pemberantasan peredaran narkoba, hingga pencegahan gangguan ketertiban masyarakat menjadi sejumlah aspek penting dalam pelaksanaan tugas kepolisian.
Di sisi lain, kepercayaan masyarakat juga menjadi faktor penting dalam keberhasilan kepemimpinan di tingkat kewilayahan.
Profesionalisme, transparansi, dan sikap responsif terhadap laporan warga merupakan bagian dari pelayanan yang diharapkan masyarakat.
Pengalaman Ronny di lingkungan kewilayahan dan Mabes Polri menjadi modal dalam menjalankan tanggung jawab tersebut.
Namun begitu, kepemimpinannya di Pekanbaru nantinya akan dinilai melalui pelaksanaan tugas, kualitas pelayanan, serta kemampuan jajaran Polresta dalam menjawab persoalan keamanan di tengah masyarakat.
Masyarakat Kota Bertuah kini menantikan langkah dan program kepemimpinannya dalam menjaga situasi kamtibmas yang aman, kondusif, serta memberikan rasa keadilan bagi masyarakat Kota Pekanbaru.