Diusulkan LAMR Siak, Afni Setujui Nama Syarwan Hamid Jadi Nama Jalan
RIAUEXPOSE.COM, SIAK – Jejak pengabdian tokoh nasional asal Kabupaten Siak, Letjen TNI (Purn) H. Syarwan Hamid, segera diabadikan dalam sejarah daerah melalui penamaan ruas jalan.
Bupati Siak, Dr. Afni Zulkifli, menyetujui usulan Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Siak untuk menggunakan nama mantan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Republik Indonesia tersebut sebagai nama jalan di Negeri Istana.
Persetujuan itu disampaikan Afni dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-27 Kabupaten Siak, Senin (12/10/2026).
Rencana ini menjadi bentuk penghormatan terhadap putra daerah yang pernah mengemban amanah di tingkat nasional.
“Sebagai bentuk penghormatan kepada putra terbaik asal Siak, nama beliau akan kita abadikan menjadi nama jalan,” ujar Afni, Senin (12/10/2026).
Usulan yang diajukan LAMR Kabupaten Siak tersebut mencakup ruas Jalan Dayun–Mempura, dengan nomor ruas 140502001 hingga Jembatan Mempura.
Ruas jalan itu direncanakan menggunakan nama Jalan Letjen TNI (Purn) H. Syarwan Hamid.
Langkah ini bukan sekadar pergantian nama jalan. Pengabadian nama Syarwan Hamid menjadi simbol penghargaan atas pengabdian seorang putra Siak yang pernah menduduki jabatan strategis dalam pemerintahan Indonesia.
Nama tersebut juga diharapkan menjadi pengingat bagi generasi muda tentang pentingnya kontribusi daerah dalam perjalanan bangsa.
Syarwan Hamid lahir di Siak, Riau, pada 10 November 1943. Ia merupakan purnawirawan perwira tinggi TNI Angkatan Darat berpangkat letnan jenderal yang pernah menjabat Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia.
Syarwan Hamid meninggal dunia pada 25 Maret 2021 lalu di Rumah Sakit Dustira, Cimahi, Jawa Barat.
Persetujuan Bupati Afni terhadap usulan LAMR ini menempatkan penghormatan kepada tokoh daerah sebagai upaya merawat sejarah dan identitas Kabupaten Siak.
Sebagai daerah yang memiliki warisan panjang Kesultanan Siak, penghargaan terhadap tokoh yang berjasa dinilai penting agar sejarah tidak hanya tersimpan dalam catatan, tetapi juga hadir di ruang publik.
Dalam momentum Hari Jadi ke-27 Kabupaten Siak, Afni juga menegaskan pentingnya menjaga marwah Melayu.
Upaya tersebut diwujudkan melalui pelestarian identitas Kesultanan Siak, termasuk penggunaan busana Melayu dan komitmen membiasakan bahasa Melayu berlogat Siak dalam pelayanan publik.
Pemerintah Kabupaten Siak sebelumnya menandatangani kesepakatan penggunaan bahasa Melayu Siak dalam interaksi pelayanan kepada masyarakat.
Aparatur sipil negara di lingkungan Pemkab Siak akan membiasakan bahasa daerah tersebut sebagai upaya menjaga warisan budaya Melayu.