Lestarikan Budaya Melayu, Disdik Siak Dorong Kompang Masuk Sekolah
SIAK, RIAUEXPOSE.COM – Menjaga warisan budaya tidak cukup hanya dengan mengenangnya, tetapi harus memastikan generasi muda mengenal, memainkan, dan meneruskannya.
Komitmen itulah yang didorong Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Siak dengan mengupayakan seni kompang menjadi bagian dari aktivitas sekolah hingga materi pembelajaran muatan lokal.
Langkah tersebut menjadi upaya untuk menjaga identitas dan marwah Melayu di tengah perkembangan zaman, sekaligus menyiapkan generasi penerus agar seni kompang tetap hidup dan berkembang di Kabupaten Siak.
Komitmen itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Siak, Romy Lesmana Dermawan, saat membuka Lomba Seni Kompang tingkat SD dan SMP sederajat dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Siak tahun 2026. Kegiatan berlangsung di Gedung Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Siak, Kamis (8/10/2026).
Romy menegaskan, pelestarian seni kompang perlu dimulai dari lingkungan pendidikan.
Sekolah dinilai memiliki peran penting dalam mengenalkan budaya daerah kepada anak-anak sejak dini agar warisan Melayu tidak tergerus perubahan zaman.
Ia mengajak kepala sekolah dan guru memberikan ruang lebih luas bagi pelajar untuk mempelajari, memainkan, serta menampilkan seni kompang dalam berbagai kegiatan sekolah.
“ Kegiatan-kegiatan di sekolah kita usahakan menampilkan seni kompang, sehingga semakin berkembang dan diajarkan kepada anak-anak kita. Kalau bukan kita, siapa lagi yang melestarikan jati diri budaya Melayu ini, jangan sampai seni kompang hilang di Kabupaten Siak,” ujar Romy.
Tak sekadar menggelar perlombaan, Disdik Siak juga mulai merintis langkah agar seni kompang dapat dikenalkan secara lebih terstruktur melalui pembelajaran di sekolah.
Romy menyebut, pihaknya tengah mendiskusikan kemungkinan memasukkan seni budaya kompang ke dalam materi muatan lokal bersama Dewan Pendidikan Kabupaten Siak.
Upaya ini menjadi langkah berkelanjutan agar pelestarian budaya tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian dari proses pendidikan yang membentuk kecintaan pelajar terhadap budaya daerahnya.
“Kita akan memasukkan muatan lokal dalam kegiatan pembelajaran, kurikulum sekolah. Salah satunya adalah mengenai seni budaya kompang yang saat ini sedang kami rintis dan kami diskusikan bersama Dewan Pendidikan Kabupaten Siak. Semoga nantinya menjadi salah satu materi pembelajaran di sekolah-sekolah,” katanya.
Romy juga menyampaikan bahwa kegiatan lomba seni kompang direncanakan kembali dilaksanakan tahun depan.
Dukungan terhadap pelestarian seni kompang turut disampaikan perwakilan Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Siak, Jamaluddin.
Menurutnya, kompang merupakan salah satu seni budaya Melayu yang telah dikenal dan hidup di tengah masyarakat Siak sejak dahulu. Karena itu, menjaga keberadaan kompang berarti turut mempertahankan marwah dan identitas Melayu.
Jamaluddin menilai perkembangan zaman dan teknologi menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga keberlangsungan budaya tradisional.
Pengenalan seni budaya kepada generasi muda pun dinilai penting agar mereka tetap mengenal, mencintai, dan memiliki kebanggaan terhadap warisan daerahnya.
“Kompang ini salah satu seni yang sudah dikenal masyarakat Siak sejak dahulu. Kami dari LAMR Kabupaten Siak tentu mendukung dan men-support kegiatan ini," katanya.
Ketua Panitia Lomba Seni Kompang yang juga Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Siak, Herman, mengatakan perlombaan tahun ini merupakan penyelenggaraan kedua setelah pertama kali digelar pada 2025.
Pada pelaksanaan tahun ini, peserta tingkat SD berasal dari 11 kecamatan, sedangkan tingkat SMP diikuti perwakilan dari 10 kecamatan.
Partisipasi pelajar dari berbagai kecamatan tersebut menunjukkan adanya ruang bagi generasi muda untuk mengenal sekaligus menampilkan kemampuan mereka dalam seni kompang.
Perlombaan berlangsung semarak dengan dukungan para peserta dan tamu undangan.
Kegiatan ini juga menjadi sarana memperkenalkan seni kompang kepada pelajar melalui pengalaman langsung, bukan sekadar pengetahuan tentang budaya daerah.
Para pemenang lomba seni kompang tingkat SD dan SMP sederajat dijadwalkan diumumkan pada malam Rumah Rakyat dalam rangkaian peringatan HUT ke-27 Kabupaten Siak, Sabtu (10/10/2026).
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asisten I Kabupaten Siak Fauzi Asni, pengurus LAMR Kabupaten Siak, serta sejumlah tamu undangan lainnya.