Irjen Arman Bawa Pesan Humanis, Kepercayaan Publik Jadi Kunci
PEKANBARU, RIAUEXPOSE.COM – Kepemimpinan baru Polda Riau di bawah komando Irjen Pol Arman Achdiat membawa pesan tegas sekaligus humanis.
Polisi diminta tidak hanya hadir sebagai penegak hukum, tetapi juga mampu membangun kedekatan, kepedulian dan empati agar kehadiran Polri benar-benar dirasakan masyarakat.
Pesan tersebut menjadi salah satu penekanan penting Irjen Arman dalam mengawali tugasnya sebagai Kapolda Riau.
Alumni Akpol 1992 itu mengingatkan seluruh anak buahnya bahwa kepercayaan publik tidak lahir semata-mata dari keberhasilan mengungkap perkara, melainkan dari sikap dan pelayanan polisi ketika berhadapan langsung dengan masyarakat.
Menurut Irjen Arman, personel Polda Riau harus memiliki kepekaan terhadap kondisi sosial di tengah masyarakat.
Polisi harus mampu mendengar, memahami dan merespons persoalan masyarakat secara cepat, profesional serta berkeadilan.
“Personel Polda Riau yang belum memiliki empati dan kepedulian terhadap masyarakat, bagaimana mau dicintai kalau tidak dicintai masyarakat,” tegas Irjen Arman.
Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa pendekatan humanis akan menjadi bagian penting dalam pelaksanaan tugas kepolisian di Bumi Lancang Kuning.
Profesionalisme penegakan hukum harus berjalan beriringan dengan pelayanan publik yang ramah dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Bagi Kapolda Riau Irjen Arman Achdiat, kepercayaan masyarakat merupakan modal utama dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
Karena itu, setiap anggota Polri dituntut membangun komunikasi yang baik serta menunjukkan kepedulian dalam setiap pelaksanaan tugas.
Kehadiran polisi di tengah masyarakat juga diharapkan tidak sebatas ketika terjadi gangguan keamanan.
Polisi harus mampu hadir sejak persoalan mulai muncul melalui deteksi dini, pendekatan persuasif dan penguatan komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat.
Dengan cara tersebut, hubungan antara polisi dan masyarakat diharapkan semakin kuat. Masyarakat bukan hanya menjadi objek pelayanan kepolisian, tetapi juga bagian penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
Selain memperkuat pelayanan publik, Irjen Arman juga membawa agenda besar dalam menjaga keamanan di Riau.
Salah satunya adalah memperkuat pemberantasan premanisme dan berbagai bentuk gangguan keamanan yang meresahkan masyarakat.
Aksi intimidasi, pungutan liar, kekerasan maupun gangguan keamanan lainnya dinilai dapat mengikis rasa aman masyarakat.
Kondisi tersebut juga berpotensi mengganggu aktivitas ekonomi dan menciptakan keresahan di berbagai wilayah.
Karena itu, langkah penegakan hukum terhadap praktik premanisme harus dilakukan secara terukur, profesional dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Persoalan lain yang menjadi perhatian serius adalah kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.
Riau merupakan salah satu wilayah yang memiliki tingkat kerawanan karhutla cukup tinggi. Pencegahan dan deteksi dini menjadi kunci agar kebakaran tidak berkembang menjadi bencana yang lebih besar.
Data Polda Riau mencatat sebanyak 58 perkara karhutla dengan 61 tersangka sepanjang Januari hingga September 2026, sementara luas lahan terdampak mencapai sekitar 3.387,73 hektare.
Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi kepemimpinan Irjen Arman Achdiat.
Penanganan karhutla tidak cukup hanya melalui penegakan hukum setelah kebakaran terjadi, tetapi harus diperkuat dengan patroli, pemetaan wilayah rawan, deteksi dini dan koordinasi lintas sektor.
Keterlibatan masyarakat juga menjadi faktor penting. Informasi cepat dari masyarakat dapat membantu aparat mendeteksi titik api sekaligus mencegah kebakaran meluas.
Polda Riau juga menghadapi sejumlah persoalan keamanan lainnya, mulai dari kejahatan jalanan, narkoba, aktivitas pertambangan emas tanpa izin hingga persoalan lingkungan.
Berbagai persoalan tersebut membutuhkan kerja kepolisian yang tidak hanya kuat dalam penegakan hukum, tetapi juga mampu membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah, TNI, tokoh masyarakat dan seluruh elemen masyarakat.
Di tengah berbagai tantangan tersebut, pesan Irjen Arman mengenai empati menjadi relevan.
Sebab, keberhasilan kepolisian tidak semata-mata diukur dari jumlah perkara yang berhasil diungkap.
Lebih jauh, keberhasilan Polri juga tercermin dari sejauh mana masyarakat merasa aman, terlindungi, dihargai dan mendapatkan pelayanan yang adil.
Kepemimpinan Irjen Arman Achdiat di Polda Riau kini menghadapi tantangan untuk menjawab harapan tersebut.
Pemberantasan premanisme, pengendalian karhutla dan penguatan pelayanan publik menjadi bagian dari pekerjaan besar yang harus berjalan secara beriringan.
Pesan Kapolda Riau itu bermuara pada satu hal, polisi harus hadir untuk masyarakat, bekerja bersama masyarakat, dan mendapatkan kepercayaan melalui kepedulian serta pelayanan yang nyata.
Ketika kepercayaan publik terjaga, maka kekuatan Polri dalam menciptakan keamanan di Riau akan semakin kokoh.