TANPA GEDUNG SENDIRI! 43 Siswa SRMA 4 Padang Tetap Semangat Sekolah
PADANG riauexpose.Com– Sebanyak 43 siswa Sekolah Rakyat (SRMA) 4 Padang tetap menjalani proses pembelajaran secara aktif meski saat ini belum memiliki gedung sekolah permanen.
Kegiatan belajar mengajar sementara dilaksanakan di Aula Asrama dan beberapa ruang kelas milik SMA PB yang berada di kawasan Kompleks Universitas Negeri Padang, Jalan Prof. Dr. Hamka.
Kepala SRMA 4 Padang, Yulindra, S.Pd., menjelaskan bahwa keterbatasan sarana tidak menjadi penghalang bagi para siswa untuk tetap fokus menempuh pendidikan.
Dari total 43 peserta didik, terdiri dari 17 siswa laki-laki dan 26 siswa perempuan yang seluruhnya aktif mengikuti pembelajaran sesuai kurikulum yang berlaku.
“Meski saat ini kami masih memanfaatkan fasilitas yang ada, semangat belajar anak-anak tetap tinggi. Mereka memahami bahwa pendidikan adalah kesempatan berharga yang harus dimanfaatkan sebaik mungkin,” ujar Yulindra.
Menurutnya, dukungan dari 17 tenaga pendidik yang tergabung di SRMA 4 Padang menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas pembelajaran.
Para guru terus berupaya menciptakan suasana belajar yang kondusif meski dalam keterbatasan ruang dan fasilitas.
Selain fokus pada capaian akademik, sekolah juga mulai membangun sinergi dengan berbagai pihak untuk memperkuat pembinaan karakter siswa.
Salah satu inisiatif yang tengah direncanakan adalah kerja sama dengan Polda Sumatera Barat guna memberikan pembinaan kedisiplinan dan penguatan karakter kebangsaan.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendukung pembentukan karakter peserta didik yang disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki kesadaran hukum sejak dini.
Pendekatan ini dinilai penting untuk menyeimbangkan antara kompetensi akademik dan pengembangan kepribadian.
SRMA 4 Padang sendiri berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu pendidikan, sembari menunggu realisasi pembangunan fasilitas sekolah yang lebih representatif.
Pihak sekolah optimistis, dengan dukungan berbagai pemangku kepentingan, proses pembelajaran akan semakin optimal dan mampu melahirkan generasi muda yang berdaya saing.
Keberlangsungan aktivitas belajar di tengah keterbatasan ini menjadi gambaran bahwa akses pendidikan tetap dapat berjalan dengan baik selama ada komitmen, kolaborasi, dan dedikasi dari seluruh unsur sekolah.