Riau Kucurkan Rp62 Miliar Beasiswa 2026, Cetak Generasi Unggul & Melek Finansial

Riau Kucurkan Rp62 Miliar Beasiswa 2026, Cetak Generasi Unggul & Melek Finansial
Penulis: Anto
Kamis, 26 Februari 2026 | 18:47:20 WIB

PEKANBARU riauexpose.com– Pemerintah Provinsi Riau menegaskan komitmennya dalam memperluas akses pendidikan tinggi melalui pengalokasian anggaran Beasiswa Riau Tahun 2026 sebesar Rp62 miliar.

Program strategis ini ditujukan bagi 3.644 mahasiswa sebagai bagian dari investasi jangka panjang pembangunan sumber daya manusia (SDM) unggul.

Pernyataan tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, dalam kegiatan TANJAK (Try Out Akbar Menuju Kampus yang Kamu Impikan), Kamis (26/2/2026).

Ia menekankan bahwa beasiswa bukan sekadar bantuan pendidikan, melainkan instrumen transformasi sosial dan ekonomi.

“Pada Tahun Anggaran 2026, Pemprov Riau telah menyiapkan anggaran sebesar Rp62 miliar untuk Program Beasiswa Riau dengan total penerima 3.644 mahasiswa.

Ini adalah bentuk keseriusan pemerintah dalam menyiapkan generasi yang kompeten dan berdaya saing,” ujar SF Hariyanto.

Menurutnya, akses pendidikan tinggi yang semakin luas akan berbanding lurus dengan peningkatan kualitas tenaga kerja.

Generasi muda Riau diharapkan mampu mengembangkan potensi sesuai bakat dan kompetensinya, sehingga memiliki keahlian relevan dengan kebutuhan industri dan dunia kerja.

“Kita ingin semakin banyak anak Riau melanjutkan pendidikan sesuai bakat dan kemampuannya, memiliki keterampilan yang dibutuhkan, serta berkontribusi nyata dalam menekan angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Di sisi lain, Pemprov Riau juga memperkuat fondasi literasi keuangan pelajar melalui Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR). Dari target 1.459.227 pelajar, sebanyak 1.293.997 atau sekitar 89 persen telah memiliki rekening.

Capaian tersebut dinilai sebagai tonggak penting dalam membangun inklusi keuangan sejak dini.

SF Hariyanto menilai, generasi muda saat ini tumbuh dalam ekosistem digital yang dinamis.

Mereka akrab dengan transaksi non-tunai, dompet digital, hingga instrumen investasi seperti saham dan reksa dana. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa kecanggihan teknologi harus diimbangi dengan literasi yang kuat.

“Generasi Riau tidak tertinggal dalam perkembangan zaman. Tetapi kecerdasan finansial harus dibangun di atas pemahaman yang benar dan tanggung jawab. Literasi adalah kunci agar kemajuan digital tidak menimbulkan risiko,” ujarnya.

Ia juga mengajak generasi muda untuk menanamkan semangat Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah sebagai bagian dari pendidikan karakter ekonomi kebangsaan.

Menurutnya, rupiah bukan sekadar alat tukar, melainkan simbol kedaulatan negara yang harus dihargai.

Melalui penguatan akses pendidikan tinggi dan literasi keuangan, Pemprov Riau optimistis dapat mencetak generasi emas yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang secara finansial dan berintegritas dalam membangun masa depan daerah.

Reporter: Anto