Riau Tumbuh 4,94 Persen, Ekonomi Tetap Tangguh di Tengah Tekanan Global
PEKANBARU riauexpose.com– Perekonomian Provinsi Riau hingga akhir Januari 2026 tetap menunjukkan ketahanan yang solid di tengah dinamika dan ketidakpastian global.
Capaian ini menegaskan bahwa struktur ekonomi daerah masih berada dalam koridor stabilitas yang terjaga.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Riau, Heni Kartikawati, menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Riau pada Triwulan IV 2025 tercatat sebesar 4,94 persen (year-on-year), meningkat signifikan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya mencapai 3,52 persen.
Menurutnya, capaian tersebut patut diapresiasi mengingat situasi global yang belum sepenuhnya kondusif, termasuk meningkatnya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah serta dinamika hubungan antara Amerika Serikat dan Iran yang turut memengaruhi stabilitas ekonomi dunia.
“Secara normatif dan empiris, pertumbuhan 4,94 persen ini mencerminkan bahwa aktivitas ekonomi di Riau tetap berlangsung secara produktif dan terkendali, meskipun tekanan eksternal masih membayangi,” ujarnya, Rabu (25/2/2026).
Struktur Ekonomi Masih Didominasi SDA
Secara struktural, perekonomian Riau masih ditopang sektor Industri Pengolahan sebesar 30,45 persen, diikuti sektor Pertanian 27,96 persen dan Pertambangan 15,03 persen.
Dari sisi pengeluaran, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) didominasi oleh Konsumsi Rumah Tangga 35,18 persen, Ekspor Luar Negeri 30,65 persen, serta Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) 30,04 persen.
Heni menilai, ketergantungan terhadap komoditas berbasis sumber daya alam (SDA) seperti kelapa sawit, minyak dan gas bumi, serta batubara masih menjadi tantangan struktural.
Industri pengolahan di Riau, kata dia, pada umumnya masih menghasilkan produk setengah jadi sehingga nilai tambah ekonomi belum optimal.
“Transformasi hilirisasi dan diversifikasi ekonomi menjadi keniscayaan agar daya saing serta nilai tambah regional dapat ditingkatkan secara berkelanjutan,” tegasnya.
Proyeksi Triwulan I 2026 Tetap Terjaga
Memasuki Triwulan I 2026, pertumbuhan ekonomi Riau diproyeksikan berada pada kisaran 4,7 persen hingga 5,2 persen.
Optimisme ini didukung oleh harga CPO yang relatif stabil serta penguatan permintaan ekspor internasional.
Pada Triwulan IV 2025, ekspor tercatat tumbuh 5,58 persen secara tahunan, sehingga kontribusi PDRB dari sisi Ekspor Luar Negeri meningkat 2,74 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Namun demikian, peran sektor pertambangan dinilai cenderung mengalami penurunan akibat tren produksi migas dan batubara yang melandai.
Kondisi tersebut menuntut reposisi strategi pembangunan ekonomi agar lebih adaptif dan berorientasi jangka panjang.
Inflasi Terkendali, Januari Alami Deflasi
Dari sisi stabilitas harga, pada Januari 2026 Riau mengalami deflasi sebesar -0,45 persen (month-to-month).
Penurunan indeks harga terutama dipengaruhi oleh kelompok makanan, minuman dan tembakau, termasuk komoditas cabai merah, cabai rawit, bawang merah, buncis, telur ayam ras, serta tarif angkutan udara.
Kondisi ini turut dipengaruhi pulihnya distribusi dan pasokan bahan pangan dari Sumatera Baratpascabencana hidrologis yang sebelumnya sempat mengganggu rantai pasok regional.
Secara keseluruhan, indikator pertumbuhan, ekspor, serta stabilitas harga menunjukkan bahwa perekonomian Riau masih berada dalam jalur yang terukur dan terkendali.
Meski demikian, reformasi struktural dan penguatan hilirisasi tetap menjadi agenda strategis guna memastikan pertumbuhan yang inklusif, berkelanjutan, dan berkeadilan di masa mendatang.