Siak Hadirkan Spirit Budaya di Rakernas JKPI Yogyakarta
Ketua DPRD Siak Indra Gunawan Bersama Rombongan Foto Bersama di Rakernas JKPI
Yogyakarta.~ Suasana hangat penuh semangat kebudayaan terlihat jelas saat pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) tahun ini yang berlangsung di Hotel Tentram Yogyakarta, (6/8).
Kota Yogyakarta yang dikenal kaya akan warisan budaya dipercaya menjadi tuan rumah Rakernas JKPI tahun ini, dengan mengusung tema “Resilensi Kawasan Cagar Budaya Guna Mendorong Pemberdayaan Masyarakat yang Berkelanjutan.”
Aria Nugrahadi Penjabat (PJ) Sekretaris Daerah (Sekda) DIY dalam sambutannya mengungkapkan pentingnya menjaga keberlangsungan kawasan pusaka sebagai aset bersama.
“Pada Rakernas kali ini, kami berusaha menghadirkan wajah Yogyakarta yang penuh dengan keragaman dan kekayaan budaya, terutama yang tersebar di kawasan cagar budaya seperti Kraton, Pakualaman, Kotagede, dan Kota Baru," ungkapnya.
Semuanya, lanjut Aria, memiliki cerita dan nilai luhur yang patut dijaga bersama.
Acara ini turut dihadiri oleh Wakil Menteri Dalam Negeri, Arya Bima Sugianto, serta perwakilan dari 68 anggota JKPI dari total 75 kota/kabupaten yang tergabung dalam jaringan tersebut.
Kehadiran kepala daerah dari berbagai penjuru NKRI menandai pentingnya forum ini sebagai ruang bertukar gagasan dalam memperkuat upaya pelestarian budaya dan sejarah bangsa.
Rakernas kali ini tidak hanya menjadi wadah musyawarah, namun juga menjadi ajang promosi dan perkenalan pusaka khas dari masing-masing daerah.
Beberapa tujuan jangka panjang turut disampaikan, mulai dari mengembangkan kerja sama lintas daerah, mendorong keterlibatan aktif masyarakat, hingga memperkuat pemahaman atas keragaman budaya dan alam Indonesia yang menjadi landasan kuat Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Membahas warisan budaya dunia, Aria juga membanggakan penetapan kawasan Sumbu Filosofi Yogyakarta oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia.
“Penetapan ini bukan hanya pengakuan internasional, tetapi juga tanggung jawab kita untuk menjaga falsafah kehidupan masyarakat Jawa yang mengajarkan hubungan antara manusia, alam, dan spiritual,” ujarnya.
Sementara itu, Pimpinan DPRD Siak Indra Gunawan dan rombongan serta Wabup Siak Syamsurizal menilai forum JKPI sebagai momen yang sangat penting.
“Melalui pertemuan ini, kita tidak hanya bertukar pikiran, tetapi juga membuka ruang kolaborasi antar daerah. Budaya bukan sekadar warisan, tapi juga kekuatan ekonomi dan karakter daerah yang patut terus dikembangkan,” kata pria yang akrab disapa ngah Ige itu.
Acara Rakernas JKPI di Yogyakarta tahun ini menjadi bukti bahwa warisan budaya bukan hanya untuk dikenang, melainkan untuk terus dijaga dan dijadikan landasan dalam membangun masa depan yang berkelanjutan, selaras dengan identitas dan kearifan lokal daerah masing-masing.