Tampak depan Hotel Hollywood di Riau

Sopir Ekspedisi Tewas Dilakban di Mobil Box, Polisi Ringkus 3 Pelaku Pembunuhan Berencana

Polresta Polresta Pekanbaru bersama Ditreskrim Polda Riau Berhasil ungkap pembunuhan sopir box expedisi
Kapolresta Pekanbaru KBP Muharman Artha Saat Expose bersama rekan media Ahad 24/5/2026 (istimewa).

Riauexpose.com || Misteri penemuan jasad sopir ekspedisi berinisial HS yang ditemukan tewas mengenaskan di dalam mobil box akhirnya berhasil diungkap jajaran Polresta Polresta Pekanbaru bersama Ditreskrim Polda Riau.

Tiga pelaku berhasil diringkus, sementara satu pelaku lainnya masih buron dan masuk daftar pencarian orang (DPO).

Promo Fakultas Hukum UPBI

Fakultas Hukum UPBI

Korban sebelumnya ditemukan dalam kondisi mengenaskan di sebuah gudang di Jalan SM Amin, Kecamatan Payung Sekaki, Pekanbaru, pada 3 Mei 2026 lalu.

Tubuh korban ditemukan terikat lakban, termasuk bagian wajah dan kepala, yang diduga kuat menyebabkan korban kehabisan napas hingga meninggal dunia.

Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Muharman Arta mengungkapkan, terungkapnya kasus ini bermula dari olah tempat kejadian perkara (TKP) serta penyelidikan intensif yang dilakukan bersama tim laboratorium forensik.

“Setelah penemuan jenazah, kami langsung melakukan olah TKP dan melibatkan tim laboratorium forensik untuk mengumpulkan petunjuk,” ujar Kombes Pol Muharman Arta, Minggu (24/5/2026).

Dari hasil penyelidikan, polisi akhirnya berhasil menangkap tiga tersangka masing-masing berinisial FG, ZN dan AS pada 21 hingga 22 Mei 2026 di lokasi berbeda.

FG yang disebut sebagai otak pelaku ditangkap di Binjai, Sumatera Utara. Sementara ZN diamankan di wilayah Langkat dan AS ditangkap di Mandau, Riau.

IMG 1827
Tersangka FG otak pelaku pembunuhan diberi hadiah timah panas oleh polisi karena melawan saat ditangkap

Sedangkan satu pelaku lainnya berinisial AN kini masih diburu aparat kepolisian.

Kapolresta menjelaskan, motif pembunuhan dipicu rencana penggelapan muatan minyak goreng yang dibawa korban.

FG yang merupakan rekan kerja korban sesama sopir ekspedisi sebelumnya mengajak korban menggelapkan muatan untuk dijual kembali. Namun ajakan tersebut ditolak korban.

“Karena korban menolak, pelaku kemudian menyusun rencana pembunuhan dengan skenario seolah-olah terjadi perampokan,” jelas Kapolresta.

Rencana pembunuhan itu disebut sudah disusun sejak perjalanan truk berangkat dari Medan pada 30 April 2026.

Dalam perjalanan menuju Lampung, FG mulai mengatur komplotannya dengan mengajak para tersangka lain ikut menumpang di dalam truk.

ZN diketahui naik di wilayah Kandis Utara dengan modus menumpang, sementara AN naik di ruas Tol Pekanbaru–Dumai menggunakan alasan serupa.

Saat melancarkan aksinya, korban diikat dan dilakban hingga seluruh bagian wajah tertutup rapat sehingga tidak dapat bernapas. Hasil visum juga menemukan adanya luka akibat kekerasan benda tumpul pada tubuh korban.

“FG ikut mengikat dan melakban korban. ZN dan AN membantu proses pengikatan, sedangkan AS menyediakan lakban serta airsoft gun untuk mendukung skenario perampokan,” ungkapnya.

Usai membunuh korban, para pelaku berencana menjual muatan minyak goreng yang ada di dalam truk. Namun aksi mereka gagal setelah pihak perusahaan ekspedisi curiga terhadap pergerakan GPS kendaraan yang tidak sesuai jalur pengiriman.

Truk yang seharusnya menuju Lampung dari Medan justru terdeteksi berputar-putar di wilayah Riau sebelum akhirnya sinyal GPS hilang total.

Kecurigaan tersebut kemudian dilaporkan pihak perusahaan ke Polsek Payung Sekaki.

Saat polisi mendatangi lokasi terakhir kendaraan, petugas menemukan jasad korban di dalam mobil box.

“Saat anggota melakukan pengecekan di lokasi, saksi sempat melihat ada orang yang melarikan diri dari sekitar TKP,” tambah Kapolresta.

Kini ketiga tersangka dijerat pasal pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati atau pidana penjara seumur hidup. Sementara polisi masih terus memburu satu pelaku lain yang hingga kini masih buron.

72 / 100 Skor SEO
https://riauexpose.com/wp-content/uploads/2024/06/Merah-Ilustratif-Modern-Dirgahayu-Bhayangkara-Instagram-Story_20240629_090843_0000.png