Amerika Serikat.~ Gelaran akbar Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung di tiga negara Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat kian mendekat.
Hingga pertengahan Oktober 2025 ini, sudah ada 28 negara yang secara resmi memastikan diri lolos ke turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia tersebut.
Dengan format baru yang melibatkan 48 tim terbagi dalam 12 grup, hanya tersisa 20 tiket terakhiryang masih diperebutkan berbagai negara dari seluruh benua.
Turnamen empat tahunan itu akan digelar pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026, dengan total 104 pertandingan. Stadion Azteca di Meksiko ditetapkan sebagai tempat laga pembuka, sementara laga final megah akan digelar di Stadion New York New Jersey, Amerika Serikat.
Menurut laporan FIFA, pengundian fase grup akan dilakukan di Washington DC pada 5 Desember 2025, tepatnya di John F. Kennedy Center for the Performing Arts.
Ketiga tuan rumah bersama, yakni Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat, secara otomatis mendapat jatah langsung ke putaran final.
“Format multi-tuan rumah ini bukan hanya inovatif, tapi juga mencerminkan semangat persatuan dan kolaborasi di kawasan Amerika Utara,” ujar Gianni Infantino, Presiden FIFA, dalam keterangan resminya di Zürich.
Dari benua Asia, dominasi negara-negara kuat tetap terlihat. Jepang, Korea Selatan, Australia, Iran, dan Arab Saudi kembali menunjukkan konsistensinya, disusul oleh Uzbekistan, Yordania, dan Qataryang juga berhasil menembus tiket kualifikasi.
“Keberhasilan Uzbekistan dan Yordania menjadi bukti bahwa peta kekuatan sepak bola Asia kini semakin merata,” ungkap analis sepak bola Asia, Ryo Tanaka, kepada media olahraga Jepang.
Sementara dari benua Afrika, sembilan negara sudah memastikan diri tampil di putaran final. Di antaranya adalah Maroko, semifinalis sensasional Piala Dunia 2022, serta Aljazair, Mesir, Ghana, Pantai Gading, Senegal, Tunisia, Afrika Selatan, dan Tanjung Verde.
“Afrika semakin siap menjadi kekuatan baru dunia. Kami datang bukan hanya untuk berpartisipasi, tapi untuk bersaing,” tegas pelatih Maroko, Walid Regragui.
Di kawasan Amerika Selatan, kekuatan tradisional seperti Argentina, Brasil, dan Uruguay tetap menjadi tumpuan utama benua tersebut. Selain itu, Kolombia, Ekuador, dan Paraguay juga sukses mengamankan posisi mereka.
“Kualifikasi di zona CONMEBOL selalu brutal, jadi bisa lolos adalah pencapaian luar biasa,” ujar Lionel Scaloni, pelatih timnas Argentina, yang membawa timnya juara pada edisi 2022 di Qatar.
Eropa, yang biasanya menjadi pusat perhatian, sejauh ini baru meloloskan Inggris dari zona UEFA. Tim-tim besar lain seperti Prancis, Jerman, Italia, dan Spanyol masih berjuang di fase kualifikasi terakhir.
“Eropa masih dalam fase akhir persaingan, dan kami yakin kejutan akan muncul,” kata juru bicara UEFA, Lars Müller, menegaskan bahwa persaingan di benua biru selalu sulit diprediksi.
Dari wilayah Oseania, Selandia Baru kembali menjadi wakil tunggal setelah menguasai kualifikasi regional. Negara tersebut kini berupaya memperbaiki catatan buruk di edisi sebelumnya.
“Kami akan datang ke Amerika dengan semangat baru. Target kami jelas, lolos dari fase grup,” ujar kapten Selandia Baru, Chris Wood.
Dengan tersisa 20 tiket lagi, seluruh mata kini tertuju pada babak kualifikasi yang masih berlangsung di beberapa zona. Tim-tim seperti Prancis, Italia, Nigeria, Meksiko, dan Chile masih harus memastikan posisi aman.
Perebutan sengit ini menjadi bukti bahwa Piala Dunia 2026 bukan sekadar ajang olahraga, tapi juga pertarungan gengsi dan kehormatan antarbangsa.
“Piala Dunia 2026 akan menjadi yang terbesar dan paling spektakuler sepanjang sejarah,” tutup Gianni Infantino dalam pernyataannya.








