Siak  

Warga Tualang Mengeluh, Jalan Pemda Rusak Berat, Ini Penyebabnya

Warga Tualang Mengeluh, Jalan Pemda Rusak Berat, Ini Penyebabnya
Screenshot

Siak – Ruas jalan Pemda di Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak mengalami kerusakan cukup parah dan sudah berlangsung sejak lama.

Kondisi ini dikeluhkan oleh masyarakat setempat  karena dinilai membahayakan pengguna jalan dan mengganggu kenyamanan warga.

Jalan yang berada dalam naungan Pemerintah Provinsi Riau tersebut kian hari semakin memburuk tak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga membahayakan keselamatan.

Sudah banyak pengendara yang menjadi korban, mulai dari mengalami luka-luka hingga kehilangan nyawa akibat kondisi jalan yang rusak parah.

Tak hanya itu, di siang hari warga sekitar juga harus berjibaku dengan debu yang beterbangan, menambah deretan keluhan warga yang selama ini belum juga mendapat solusi nyata.

Berdasarkan informasi yang diterima awak media dari tokoh masyarakat Tualang, Anto Klink, Senin (26/5), kerusakan jalan tersebut diduga kuat akibat tingginya mobilitas truk tangki CPO (Crude Palm Oil) yang hilir mudik setiap hari dari dan menuju pabrik kelapa sawit (PKS) yang beroperasi di Kecamatan Tualang.

“Setiap hari bisa ratusan truk tangki CPO lewat, dan itu bermuatan lebih dari 30 ton. Mereka jalan beriringan, bisa empat sampai lima truk sekaligus,” ujar Anto Klink yang diaminkan Jay warga Perawang.

“Wajar saja kalau jalan ini cepat rusak,” sambung Anto Klink.

Anto berharap agar perusahaan-perusahaan yang beroperasi di sekitar Tualang dapat menunjukkan kepedulian terhadap infrastruktur yang terdampak aktivitas mereka.

“Kami berharap perusahaan dapat menyalurkan dana CSR-nya untuk pembangunan jalan yang lebih layak, misalnya jalan beton. Kalau hanya tambal sulam seperti sekarang, jalan ini tak akan bertahan lama,” tambahnya.

Selain itu, Anto juga bilang terkait truck berpelat nomor kendaraan yang tidak berasal dari Provinsi Riau.

Menurutnya, sebagian besar truk tangki yang beroperasi dan melintas siang malam di jalan Pemda Perawang itu menggunakan pelat BK (Sumatera Utara) dan pelat B (Jakarta).

“Truk-truk ini hanya beroperasi di sini, tapi membayar pajaknya di provinsi lain. Masyarakat tentu berharap ada kontribusi nyata dari aktivitas yang terjadi di daerah ini, baik secara ekonomi maupun terhadap fasilitas umum,” tuturnya.

Warga berharap ada perhatian serius dari pemerintah daerah dan perusahaan terkait untuk bersama-sama mencari solusi jangka panjang.

Infrastruktur jalan yang layak dinilai sanagt penting demi keselamatan dan kelancaran aktivitas masyarakat.

Kerusakan jalan tak hanya berdampak pada kenyamanan dan keselamatan warga, tapi juga mempengaruhi perekonomian masyarakat setempat. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak perusahaan sangat penting demi perbaikan inprastruktur jalan yang berkelanjutan.

Exit mobile version