Tokoh Masyarakat Minas
PEKANBARU ~ Keluhan keras datang dari tokoh masyarakat Minas, Ramli, terkait krisis air bersih yang dialami warganya. Hal ini disampaikan langsung di hadapan Bupati Siak, Afni, dan Gubernur Riau, Abdul Wahid, saat rapat koordinasi di Pekanbaru, Kamis (18/9) pagi.
Ramli menegaskan, meski Kecamatan Minas merupakan kecamatan tertua di Kabupaten Siak, kehidupan warganya justru masih dililit persoalan mendasar: sulitnya mendapatkan air bersih. “Dulu, Siak hanya punya tiga kecamatan, yakni Sungai Apit, Siak, dan Minas. Tapi sampai sekarang, justru warga Minas hidup dalam kehausan,” ujarnya lantang.
Menurutnya, kondisi ini terasa sangat ironis karena Minas berdampingan langsung dengan perusahaan minyak raksasa PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) yang dulunya Chevron. “Kami hidup di tengah ladang minyak, tapi untuk sekadar mendapatkan air PAM saja susah. Kami haus akan air bersih, dan berharap pemerintah segera bertindak, bukan hanya menebar janji,” tegas Ramli.
Ia menambahkan, keberadaan perusahaan migas skala internasional semestinya mampu memberi dampak positif bagi masyarakat sekitar. Namun kenyataannya, hak dasar masyarakat justru terabaikan. “Air bersih itu kebutuhan pokok. Kalau rakyat diabaikan, di mana keadilan?” sindirnya.
Selain persoalan air, Ramli juga menyinggung masalah ketenagakerjaan di wilayah tersebut. Menurutnya, anak-anak asli Minas kerap terpinggirkan dalam perekrutan tenaga kerja perusahaan minyak. “Selalu saja alasan mereka soal pendidikan dan pengalaman. Akhirnya, anak-anak Minas hanya ditempatkan sebagai buruh kasar. Sementara posisi strategis diisi orang dari luar daerah,” ungkapnya.
Ramli menilai hal ini sebagai ketidakadilan yang harus segera dibenahi. “Kami tidak anti pendatang, tapi tolong prioritaskan juga anak daerah. Jangan hanya dipakai tenaganya, tapi masa depan mereka diabaikan,” tambahnya dengan nada kecewa.
Seruan Ramli ini menjadi tamparan bagi pemerintah dan perusahaan. Ia meminta Pemkab Siak maupun Pemprov Riau tidak tinggal diam menghadapi persoalan warga Minas. “Kami hanya menuntut hak dasar: air bersih dan kesempatan kerja yang layak. Itu saja, bukan berlebihan,” tegasnya lagi.
Dengan suara lantang, Ramli menutup penyampaiannya dengan peringatan keras. “Jangan sampai warga Minas hanya jadi penonton di tanah sendiri. Kami ingin merasakan keadilan, sama seperti daerah lain. Cukup sudah kami bersabar!” katanya, disambut riuh dukungan dari masyarakat yang hadir.






