
riauexpose.com Pekanbaru – Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya karyawati BRK Syariah, Siti Hajar Harahap, yang menjadi korban aksi jambret.
Karyawan hBRK Syariah itu meregang nyawa di Jalan Tengku Bey, Kota Pekanbaru, Senin (26/1/2026) pagi.
Meski tengah berada di Jepang untuk mengikuti workshop, Agung Nugroho menegaskan dirinya terus memantau perkembangan situasi dan peristiwa yang terjadi di Pekanbaru.
Ketua DPD Demokrat Riau itu mengutuk keras aksi kejahatan tersebut karena telah merenggut nyawa seorang ibu yang sedang menjalani aktivitasnya.
“Saya mengutuk keras aksi jambret yang terjadi pagi tadi di Jalan Tengku Bey hingga menyebabkan seorang ibu meninggal dunia. Ini tindakan keji dan tidak bisa ditoleransi,” tegas Agung Nugroho dalam pernyataan resminya.
Atas musibah tersebut, Agung turut menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban.
Ia mendoakan agar almarhumah Siti Hajar Harahap mendapatkan husnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.
“Saya turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Semoga almarhumah Siti Hajar Harahap husnul khotimah. Kepada keluarga korban, saya doakan agar tabah dan sabar menghadapi cobaan ini. Sesungguhnya kita semua adalah milik Allah Subhanahu wa Ta’ala dan akan kembali kepada-Nya,” ujarnya.
Sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Kota Pekanbaru, Wali Kota Agung Nugroho juga telah memerintahkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pekanbaru untuk langsung mendatangi rumah duka guna menyampaikan belasungkawa serta memberikan bantuan kepada keluarga korban.
Tak hanya itu, Agung Nugroho juga menyatakan komitmennya untuk membantu masa depan dan pendidikan anak korban.
“Saya juga akan memberikan beasiswa apabila ada anak-anak almarhumah yang masih menempuh pendidikan,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, pelaku nekat melakukan aksi jambret dan kabur hingga menabrak korban dan terjatuh mengalami luka parah.
Korban ditemukan bersimbah darah di atas aspal dan dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Aksi keji tersebut sontak memicu kemarahan warga sekitar. Sepasang pelaku jambret yang diketahui merupakan suami istri itu langsung menjadi bulan-bulanan massa hingga pingsan tak sadarkan diri.
“Warga sudah emosi karena korban berteriak minta tolong, sehingga massa spontan menghakimi pelaku,” ujar Husin salah seorang saksi yang berada di TKP.
Tidak hanya itu, sepeda motor pelaku jambret tersebut juga hangus dibakar masa yang emosi.

“Motor pelaku dibakar warga karena dianggap sering meresahkan dan memicu kemarahan masyarakat,” timpal Husin.
Untuk menghindari amukan warga yang semakin meluas, aparat kepolisian dari Polsek Bukit Rayasegera mengamankan kedua pelaku ke kantor polisi guna menjalani proses hukum lebih lanjut.
Korban diketahui bernama Siti Hajar Harahap, karyawati Divisi Perencanaan dan Keuangan PT Bank Riau Kepri Syariah, berusia 43 tahun, beralamat di Jalan T. Bey II, Komplek Bumi Sejahtera Blok C2 Nomor 10, Pekanbaru. Almarhumah meninggalkan dua orang anak.
Kepergian korban menyisakan duka mendalam bagi keluarga, rekan kerja, dan masyarakat.






