PEKANBARU.~ Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, mengungkapkan pentingnya kebersihan dan kehigienisan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Bertuah.
Politisi Demokrat Riau itu bilang, bahwa setiap bahan makanan yang digunakan harus layak konsumsi dan diproses secara higienis, mulai dari penyimpanan hingga penyajian kepada pelajar di Sekolah.
“Bilamana ada MBG atau SPPG yang terbukti menyebabkan anak-anak sakit, maka kita akan tindak lanjut ke proses hukum,” ungkap Agung, Minggu (28/9).
Agung juga bilang, pengelola SPPG juga wajib memastikan proses distribusi makanan ke sekolah berlangsung aman dan tidak menimbulkan risiko kesehatan.
Pemerintah kota, tidak akan segan memberikan sanksi tegas bila ditemukan kelalaian yang merugikan anak-anak penerima manfaat program tersebut.
Untuk menjamin kualitas makanan, Agung menyampaikan pengawasan dilakukan secara berkala oleh Tim Satgas MBG bersama Balai Besar POM Pekanbaru dan Dinas Kesehatan.
“Minimal dua bulan sekali ada pemeriksaan. Bahkan bisa sebulan sekali, secara acak, bersama BPOM dan dinas kesehatan,” jelasnya.
Hingga kini, menurut Agung, tidak ada laporan anak penerima program MBG di Pekanbaru yang mengalami keracunan. Sosialisasi dan edukasi terkait kebersihan dapur terus digencarkan agar kualitas makanan tetap terjaga.
“Kita edukasi kondisi di dalam dapur, semoga tidak ada anak-anak yang keracunan. Jangan sampai ada kandungan makanan yang membahayakan,” ujarnya.
Agung mengaku telah meninjau langsung dapur SPPG bersama pihak BPOM. Dari hasil pantauan, ia memastikan penyajian dan pengolahan makanan berlangsung sesuai standar higienitas.
“Kita sudah lihat ruang penyimpanannya, dapur, penyajian, hingga proses membersihkan wadah makanan,” pungkasnya.






