Usulan UAS Berbuah Manis: Guru MDA, PDTA, dan Penggali Kubur Bakal Dapat Intensif dari Pemprov Riau

Usulan UAS Berbuah Manis: Guru MDA, PDTA, dan Penggali Kubur Bakal Dapat Intensif dari Pemprov Riau

PEKANBARU – Kabar gembira datang bagi para pekerja non formal yang selama ini berjasa di desa-desa se-Provinsi Riau.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau memastikan akan mengalokasikan anggaran insentif khusus untuk guru Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA), guru Pendidikan Diniyah Takmiliyah Awaliyah (PDTA), petugas penggali kubur, serta pemandi jenazah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Riau 2026.

Kebijakan ini lahir atas dorongan tokoh Riau, Ustad Abdul Somad, yang meminta Pemprov memberikan perhatian lebih terhadap para pejuang sosial dan keagamaan di desa.

“Sesuai arahan dari pimpinan terkait adanya usulan salah satu tokoh Riau, Ustad Abdul Somad, agar ada perhatian Pemprov terhadap orang-orang di desa yang sangat luar biasa, seperti guru MDA, guru PDTA, penggali kubur dan petugas pemandi jenazah.

InsyaAllah kita masukkan di APBD Riau 2026,” tegas Asisten I Setdaprov Riau, Zulkifli Syukur, Kamis (2/10).

Zulkifli bilang, skema penyaluran insentif ini akan ditempatkan dalam dana Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Desa yang dikelola Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) dan Dukcapil Riau. Pemprov juga sudah menyiapkan petunjuk teknis (juknis) agar penyaluran tepat sasaran.

“Kita sudah membuat Juknis berapa persen dari BKK Desa yang diberikan untuk insentif. Kita juga sudah rapat bagaimana usulan ini dimasukkan dalam Juknis, dan nantinya dituangkan dalam Pergub,” jelasnya.

Meski angka final masih menunggu pembahasan di DPRD Riau, Pemprov menyiapkan alokasi Rp125 juta per desa setiap tahun. Anggaran ini akan dibagi untuk membiayai insentif para guru MDA, guru PDTA, penggali kubur, dan pemandi jenazah di seluruh desa.

“Informasi yang kita terima, setiap desa akan mendapat Rp125 juta per tahun. Tapi angka pastinya akan dibahas lebih lanjut dalam APBD Riau 2026,” ungkap Zulkifli.

Program insentif ini diyakini dapat meringankan beban hidup para pekerja non formal di desa yang selama ini mengabdi tanpa kepastian penghasilan tetap. Guru MDA dan PDTA, misalnya, selama ini menjadi ujung tombak pendidikan agama dasar bagi anak-anak desa, namun sering kali minim perhatian dari pemerintah.

Begitu juga dengan penggali kubur dan pemandi jenazah, profesi yang keberadaannya krusial namun sering luput dari apresiasi.

“Mereka adalah orang-orang yang bekerja dengan penuh keikhlasan, menjaga tradisi, melayani masyarakat, dan melaksanakan tugas kemanusiaan yang mulia. Sudah sepatutnya mereka mendapat perhatian khusus dari negara,” tambahnya.

Zulkifli juga bilang, langkah ini juga bentuk penghormatan dan kepedulian Pemprov terhadap jasa para pekerja non formal yang memiliki peran besar dalam kehidupan sosial masyarakat desa.

“Ini bukan hanya soal uang, tapi bentuk penghargaan atas jasa mereka yang sering dianggap sepele, padahal mereka ada di garda depan dalam urusan keagamaan dan sosial,” tandasnya.

Terkait masuknya program insentif ke dalam APBD Riau 2026, masyarakat desa kini menanti realisasi kebijakan tersebut. Jika berjalan lancar, ribuan guru dan petugas pemakaman di Riau akan segera merasakan manfaat nyata dari komitmen Pemprov untuk menghadirkan keadilan sosial bagi semua kalangan.

Exit mobile version