Siak – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak meraih penghargaan Bupati Peduli Pendidikan dari Universitas Lancang Kuning (Unilak) Pekanbaru, sebagai bentuk apresiasi atas komitmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia (SDM) di Negeri istana.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Rektor Unilak, Prof. Dr. Junaidi, M.Hum, kepada Sekretaris Daerah Kabupaten Siak, Arfan Usman, dalam acara Seminar Pendidikan yang berlangsung di Auditorium Hotel Grand Mempura, Kamis (7/11/2024).
Penghargaan ini merupakan pengakuan atas upaya Pemkab Siak dalam mendukung pendidikan masyarakat melalui berbagai program, termasuk pemberian beasiswa bagi siswa berprestasi dan bantuan pendidikan bagi keluarga yang kurang mampu.
“Alhamdulillah, hari ini kita menerima penghargaan dari Unilak. Apresiasi ini adalah wujud pengakuan atas kontribusi kita dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui program beasiswa dan dukungan bagi anak-anak dari keluarga yang membutuhkan,” kata Sekda Siak, Arfan Usman, yang hadir mewakili Pjs Bupati Siak, Indra Purnama.
Dalam sambutannya, Arfan juga berterima kasih kepada Rektor Unilak dan pihak kampus yang telah memberikan penghargaan tersebut. Ia menyatakan bahwa Pemkab Siak akan terus meningkatkan program pendidikan yang sudah berjalan, karena dampak positifnya telah dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Program pendidikan yang kita jalankan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat. Harapannya ke depan, program ini bisa semakin kita tingkatkan agar manfaatnya lebih luas,” tambahnya.
Penghargaan ini juga diserahkan kepada tokoh peduli pendidikan di Siak, Alfedri, yang selama ini aktif dalam memperjuangkan pendidikan di wilayah tersebut. Arfan mengimbau masyarakat dan semua pihak terkait untuk memperkuat kolaborasi guna meningkatkan kualitas pendidikan.
“Penghargaan ini semoga bisa mendorong kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah daerah, institusi pendidikan, dan semua elemen masyarakat agar kita bersama-sama mencapai pendidikan yang lebih berkualitas di Kabupaten Siak,” ujarnya.
Rektor Unilak, Prof. Dr. Junaidi, dalam pidatonya menyampaikan rasa bangga terhadap Pemkab Siak yang telah menunjukkan perhatian besar pada sektor pendidikan, khususnya dalam memberikan akses pendidikan bagi mahasiswa melalui program beasiswa.
“Kabupaten Siak luar biasa karena mampu memberikan bantuan beasiswa yang cukup besar. Tidak semua daerah di Indonesia melakukan ini. Hal ini tentu perlu diapresiasi dan dipertahankan,” kata Prof. Junaidi, yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pendidikan Indonesia.
Lebih lanjut, Prof. Junaidi menjelaskan bahwa akses pendidikan yang lebih luas, termasuk bantuan pendidikan seperti beasiswa, merupakan salah satu faktor penting dalam menciptakan SDM berkualitas. Dengan dukungan pendidikan yang baik, ia berharap akan semakin banyak generasi muda dari Siak yang berkontribusi dalam pembangunan nasional.
“Ini investasi untuk masa depan. Jika generasi muda mendapatkan pendidikan yang memadai, maka akan berdampak positif bagi pembangunan daerah dan negara,” ungkapnya.
Menurut data dari Pemkab Siak, pada tahun 2024, mereka telah menyalurkan sebanyak 253 beasiswa kepada anak-anak dari keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) dan 5.712 beasiswa umum bagi mahasiswa yang berasal dari Kabupaten Siak. Program beasiswa ini diharapkan dapat mendukung masyarakat agar memiliki akses pendidikan yang lebih merata.
Acara penganugerahan ini berlangsung bersamaan dengan Seminar Pendidikan yang dihadiri oleh ratusan tenaga pendidik dan mahasiswa dari berbagai institusi pendidikan di Kabupaten Siak. Seminar tersebut mengangkat tema “Transformasi Pembelajaran Indonesia: Kiat Guru Mengintegrasikan Literasi Digital dan Numerasi dalam Pengembangan STEM”, yang bertujuan memberikan pemahaman kepada para pendidik tentang pentingnya penguasaan literasi digital dan numerasi untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Prof. Dr. Irwan Effendi, Guru Besar dari Universitas Riau, dalam seminar ini juga membagikan pandangannya mengenai pentingnya metode pembelajaran berbasis Science, Technology, Engineering, and Math (STEM) dalam menghadapi era transformasi digital. Ia menjelaskan bahwa integrasi STEM dalam proses belajar mengajar dapat membantu siswa memahami konsep-konsep ilmu pengetahuan dengan cara yang lebih interaktif dan relevan dengan kebutuhan zaman.
“STEM adalah pendekatan yang sangat relevan di masa ini. Dengan literasi digital dan numerasi yang baik, siswa akan lebih siap menghadapi tantangan di dunia kerja yang semakin berorientasi pada teknologi,” kata Prof. Irwan.
Menurutnya, penguasaan STEM juga memberikan keterampilan yang dibutuhkan siswa untuk berinovasi dan beradaptasi dalam situasi global yang terus berubah.
Dalam penutupan acara, Sekda Arfan Usman menyampaikan harapannya agar seminar ini mampu menginspirasi para pendidik untuk terus mengembangkan metode pengajaran yang inovatif dan mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Siak.
“Kami berharap agar para guru bisa membawa ilmu yang didapat dari seminar ini ke ruang kelas, sehingga anak-anak kita lebih siap menghadapi tantangan zaman,” tuturnya.
Pemerintah Kabupaten Siak juga menyampaikan komitmennya untuk terus mendukung sektor pendidikan, baik dari segi fasilitas maupun program bantuan pendidikan. Dukungan ini dinilai penting untuk memastikan generasi muda Siak memiliki akses yang setara dalam meraih pendidikan yang berkualitas.












