Umroh Sekaligus Liburan ? IslamCruise kapal Pesiar yang Membawa Ibadah Ketengah Laut

Umroh Sekaligus Liburan ? IslamCruise kapal Pesiar yang Membawa Ibadah Ketengah Laut
Screenshot

JAKARTA.~ Bayangkan, lautan luas membentang, suara azan berkumandang di atas dek kapal, dan dari balik langit jingga senja, jamaah berbaris rapi menunaikan salat berjamaah di bawah langit terbuka. Bukan di Makkah, bukan di Madinah, tapi di atas kapal pesiar. Inilah pengalaman spiritual baru yang ditawarkan oleh IslamCruise, inovasi terbaru dari Aroya Cruise, perusahaan pelayaran asal Malaysia yang berhasil menggabungkan dua hal yang dulu terasa berseberangan ibadah dan liburan.

Konsepnya sederhana tapi brilian berlayar sambil beribadah. Dalam durasi 15 hari, kapal mewah berkapasitas 3.500 penumpang ini akan memulai perjalanan dari Port Klang, Selangor, melintasi rute sejarah menuju Banda Aceh, Oman, Maladewa, hingga akhirnya berlabuh di Arab Saudi. Menariknya, jalur laut yang ditempuh ini bukan sembarang rute wisata ini adalah jalur klasik para jamaah Asia Tenggara zaman dulu ketika berhaji menggunakan kapal, jauh sebelum pesawat komersial menjadi hal biasa. Ada nuansa nostalgia spiritual yang ingin dihidupkan kembali, perjalanan panjang yang tak sekadar mengantar tubuh ke tanah suci, tapi juga menyiapkan jiwa.

Namun, IslamiC cruise bukan hanya tentang romantisme masa lalu. Kapal ini dilengkapi fasilitas super lengkap kolam renang, seluncuran air, mini golf, hingga lapangan sepak bola mini. Di satu sisi, kamu bisa beristirahat di kabin mewah sambil menikmati panorama Samudra Hindia. Tapi di sisi lain, jiwa kamu tetap diajak bertumbuh. Selama perjalanan, para jamaah akan mendapatkan ceramah, bimbingan rohani, dan tausiyah langsung dari dua ulama ternama, Ustaz Wadi Anuar asal Malaysia dan Ustaz Abdul Somad asal Indonesia. Mereka bukan hanya pengisi kajian, tapi navigator batin yang membantu setiap penumpang memahami makna ibadah dalam konteks kehidupan modern di tengah ombak, jauh dari hiruk pikuk dunia.

Inilah bentuk transformasi spiritual yang relevan dengan zaman: ibadah tak lagi kaku di batas ruang, tapi bisa hadir di mana saja bahkan di tengah laut. IslamiC cruise ingin menegaskan bahwa perjalanan ke Tanah Suci bukan cuma tentang sampai, tapi tentang bagaimana cara kita sampai. Tentang proses penyucian diri yang berjalan seiring dengan kenikmatan melihat ciptaan Tuhan dari jarak yang lebih dekat.

Dengan konsep definisi ibadah dapat, liburan juga dapat, Malaysia seperti mengirim pesan lembut ke dunia, bahwa spiritualitas dan kenyamanan tak harus berlawanan. Kamu bisa khusyuk berdoa di mushola kapal, lalu menenangkan pikiran di dek sambil menikmati udara asin laut yang tenang. Kamu bisa meneteskan air mata saat mendengar ceramah Ustaz Somad, lalu tersenyum lagi saat melihat burung camar menari di langit sore. Semua dalam satu perjalanan yang sama.

Dan mungkin, di era di mana wisata seringkali kehilangan makna, IslamiCruise datang sebagai jembatan baru tempat ibadah dan rekreasi bersatu dalam harmoni. Sebuah pengingat bahwa mendekat kepada Tuhan bisa dilakukan tanpa meninggalkan kebahagiaan dunia. Bahwa kadang, untuk mengenal Sang Pencipta lebih dalam, kita memang perlu berlayar sedikit lebih jauh.***

Exit mobile version