Tampak depan Hotel Hollywood di Riau

TNI Kerahkan Helikopter, Pesawat, dan Kapal Perkuat Penanganan Bencana Aceh–Sumut–Sumbar

TNI Kerahkan Helikopter, Pesawat, dan Kapal Perkuat Penanganan Bencana Aceh–Sumut–Sumbar

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto mengeluarkan instruksi tegas kepada seluruh jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk mengerahkan kekuatan penuh dalam mempercepat penanggulangan bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Instruksi ini diberikan menyusul meningkatnya kebutuhan evakuasi, bantuan logistik, dan layanan medis di wilayah terdampak bencana di tiga provinsi di Sumatera.

Dalam keterangan resmi, Tedy Indra Wijaya menegaskan bahwa Presiden tidak memberi ruang untuk kelambanan. “Perintah Presiden sangat jelas: semua unsur harus bergerak cepat, presisi, dan tanpa menunggu. TNI diminta mengerahkan seluruh kemampuan yang relevan untuk menyelamatkan warga,” tegas Tedy.

Sebagai tindak lanjut, TNI telah menurunkan 9 unit helikopter, 5 unit pesawat angkut, dan 4 kapal laut, termasuk 2 kapal rumah sakit yang disiapkan untuk memberikan layanan medis langsung di lokasi bencana. Seluruh armada ini dipusatkan pada misi penyelamatan, distribusi logistik vital, dan mobilisasi tenaga kesehatan.

Tedy menyebut pengerahan besar-besaran ini merupakan bentuk keseriusan negara dalam merespons situasi darurat. “Ini operasi kemanusiaan skala penuh. Presiden menegaskan bahwa keselamatan rakyat adalah prioritas tertinggi, dan negara harus hadir dengan kekuatan terbaiknya,” ujarnya.

Selain alutsista, pemerintah juga menyiapkan gelombang besar bantuan logistik yang dirancang untuk menjawab kebutuhan paling mendesak. Bantuan tersebut meliputi 400 unit Starlink untuk konektivitas, 100 unit genset, 150 set tenda, serta bantuan pangan dan medis berupa 3.000 paket naraga, 10.000 eprokal, 1.200 paket food family, dan 4.000 dus Indomie serta Pop Mie.

Tedy menegaskan bahwa distribusi bantuan ini tidak boleh terhambat. “Setiap bantuan yang kita kirim harus tepat sasaran. Presiden meminta agar seluruh jalur distribusi berjalan bersih, cepat, dan tidak ada alasan untuk keterlambatan,” katanya.

Untuk mendukung mobilitas lapangan, TNI juga mengerahkan 64 unit Landing Craft Rubber (LCR)dan 2 unit kompresor, memastikan proses evakuasi dan penyaluran logistik dapat dilakukan ke daerah-daerah yang sulit diakses.

Tedy menutup pernyataannya dengan menegaskan komitmen pemerintah dalam mengawal proses ini. “Kami tidak berhenti sampai seluruh warga tertangani. Pemerintah memastikan setiap alat negara bekerja maksimal di lapangan,” pungkasnya.

60 / 100 Skor SEO
https://riauexpose.com/wp-content/uploads/2024/06/Merah-Ilustratif-Modern-Dirgahayu-Bhayangkara-Instagram-Story_20240629_090843_0000.png