Riau, Siak  

Tinjau Jalan Rusak di Minas, Gubri Abdul Wahid Tegas Soal Truk Asal Luar Riau

Gubernur Riau Abdul Wahid
Gubernur Riau Abdul Wahid

 Gubri Abdul Wahid 

SIAK – Gubernur Riau Abdul Wahid turun langsung menemui warga Minas di Simpang Perawang, Selasa (16/9), sehari pasca aksi blokade jalan yang dilakukan masyarakat sebagai bentuk protes terhadap kerusakan ruas jalan provinsi Minas–Perawang.

Dalam kunjungan tersebut, Wahid terlihat berdiskusi dengan  tokoh masyarakat Minas  dan mendengar langsung keluhan warga.

Gubri menegaskan bahwa pemerintah provinsi serius menanggapi aspirasi masyarakat terkait perbaikan infrastruktur jalan yang selama ini menjadi urat nadi perekonomian masyarakat.

“Perbaikan ruas jalan ini adalah bukti keseriusan Pemprov Riau. Tahun ini sudah kita mulai penanganan, dan tahun depan melalui Dinas PUPR akan kita bangun jalan rigid sepanjang 3 kilometer di ruas Minas–Perawang,” kata Wahid di hadapan warga.

Meski demikian, Wahid juga mengungkap faktor lain penyebab cepat rusaknya jalan, yakni mobilitas kendaraan bertonase besar milik perusahaan.

Banyak dari kendaraan tersebut, menurut Wahid, beroperasi dengan beban melebihi kapasitas serta kendaraan tersebut berplat nomor luar Riau.

“Perusahaan yang kendaraannya sering melintas akan kami panggil. Banyak truk mereka membawa muatan berlebih, bahkan sebagian besar menggunakan plat luar Riau. Ini jelas merugikan daerah,” tegas orang nomor satu di Riau itu.

Pernyataan Wahid itu kian nyata saat ia menyaksikan secara langsung satu unit truk pengangkut kayu balak milik PT Indah Kiat Pulp & Paper (IKPP) melintas di lokasi.

Truk tersebut menggunakan plat nomor luar daerah, yakni plat L asal Surabaya, padahal beroperasi di wilayah Riau.

Kondisi itu membuat Wahid menyerukan agar perusahaan segera memutasi kendaraan operasionalnya ke Riau. Menurutnya, langkah tersebut akan membuat pajak kendaraan masuk ke kas daerah sehingga bisa digunakan untuk perbaikan infrastruktur di Riau.

“Saya lihat sendiri mobilnya banyak berplat luar daerah. Jalan kita di Riau yang rusak, tapi pajaknya justru mengalir ke daerah lain. Ini tidak adil. Saya minta perusahaan segera mutasi plat ke Riau,” pungkasnya menyudahi.

Exit mobile version