JAKARTA.~ Timnas Indonesia U-17 menutup perjalanan mereka di ajang Piala Kemerdekaan 2025dengan menempati posisi runner-up. Pada laga terakhir, skuad asuhan Nova Arianto harus mengakui keunggulan Timnas Mali U-17 dengan skor tipis 1-2.
Meski gagal membawa pulang gelar juara, Nova Arianto menilai penampilan anak asuhnya sudah menunjukkan perkembangan positif. Ia juga memberikan apresiasi kepada Mali yang tampil konsisten sepanjang turnamen.
“Kami harus akui Mali bermain sangat baik. Mereka mampu menjaga intensitas permainan sejak awal sampai akhir,” ujar Nova.
Pelatih berusia 45 tahun itu menegaskan pihaknya akan segera melakukan evaluasi menyeluruh terkait performa tim di turnamen ini. Evaluasi tersebut akan difokuskan untuk membenahi sejumlah aspek sebelum menghadapi agenda besar berikutnya, yakni Piala Dunia U-17 2025.
“Hasil ini akan menjadi bahan berharga bagi kami. Ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan, dan kami akan bekerja keras agar lebih siap di ajang berikutnya,” tambahnya.
Dengan hasil ini, Garuda Muda tetap membawa pulang pengalaman penting sekaligus catatan evaluasi yang akan menjadi bekal dalam masa persiapan menuju turnamen dunia.








