PELALAWAN riauexpose.com— Aksi pencurian buah kelapa sawit di Kabupaten Pelalawan kian anarkis dan membahayakan.
Belum lama ini aksi koboi ninja sawit di Kebun PT SLS bukan hanya sekadar menggasak hasil panen, pelaku yang dikenal dengan kini berani menggunakan senjata api dan mengancam keselamatan petugas keamanan kebun.
Insiden terbaru terjadi di areal perkebunan PT Sari Lembah Subur (PT SLS), Sabtu (7/2/2026) sekitar pukul 13.00 WIB.
Dua petugas keamanan perusahaan, HD dan NL, nyaris menjadi korban penembakan saat menjalankan patroli rutin di salah satu afdeling kebun.
Peristiwa bermula ketika kedua petugas menemukan enam janjang tandan buah segar (TBS) serta satu unit sepeda motor yang diduga ditinggalkan pelaku pencurian.
Saat hendak mengamankan barang bukti tersebut, situasi mendadak berubah mencekam.
Seorang saksi di lokasi, Syafril, menyebutkan bahwa tiba-tiba seorang pelaku datang dan melepaskan tembakan menggunakan senapan jenis PCP ke arah pelepah sawit di sekitar petugas.
Meski tidak mengenai sasaran, suara tembakan cukup membuat suasana panik dan pihak pengamanan kebun PT SLS ketakutan.
“Suara letusannya jelas terdengar. HD dan NL langsung menyelamatkan diri dengan berlari ke perumahan afdeling terdekat,” ujar Syafril.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun trauma dan rasa takut masih membekas pada kedua petugas keamanan yang menjadi sasaran teror.
Sepekan sebelumnya, seorang petugas keamanan bernama Okto Bekalani dilaporkan tertembak saat mencoba menggagalkan aksi pencurian sawit di Afdeling Carli Blok 14/15.
Korban sempat menjalani perawatan intensif akibat luka tembak yang dialaminya.
Maraknya aksi brutal tersebut memicu kekhawatiran di kalangan keluarga petugas keamanan.
Istri salah satu satpam mengaku hidup dalam kecemasan setiap kali suaminya berangkat bekerja.
“Sekarang bukan cuma soal menjaga kebun, tapi nyawa taruhannya. Kami hanya bisa berdoa agar mereka pulang dengan selamat,” ujarnya lirih.
Warga sekitar kebun juga mengaku resah. Suara tembakan yang terdengar siang hari membuat masyarakat ketakutan dan berharap aparat penegak hukum segera bertindak tegas.
Menanggapi kejadian tersebut, Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara melalui Kasi Humas AKP Thomas Bernandes Siahaan menyatakan bahwa pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap pelaku dan motif di balik aksi penembakan tersebut.
Polisi mengimbau masyarakat dan pihak perusahaan agar tidak bertindak sendiri serta menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus kepada aparat hukum.
“Keamanan kawasan perkebunan menjadi perhatian serius. Kami minta semua pihak tetap tenang dan mendukung proses penegakan hukum,” tegas AKP Siahaan.
Fenomena “ninja sawit” kini tidak lagi sebatas tindak pencurian hasil panen, melainkan telah berkembang menjadi ancaman serius terhadap keselamatan pekerja.
Kondisi ini menuntut semua pihak baik itu antara perusahaan, kepolisian, dan masyarakat untuk menghentikan aksi kriminal bersenjata dan menjamin keamanan di kawasan perkebunan.






