Kedai Sarapan Pagi Lontong Onen
Pekanbaru – Pengalaman tak terduga dialami seorang pria asal Sijunjung, Sumatera Barat, saat menikmati sarapan pagi bersama istrinya di sebuah tempat makan legendaris di Kota Pekanbaru. Jumat (18/7).
Tempat tersebut adalah Warung Lontong Onen yang terletak di Jalan Hang Tuah, tepat di depan Masjid Agung An-Nur.
Pria berinisial M (42), yang tengah berada di Pekanbaru untuk urusan keluarga, mengaku cukup terkejut ketika mengetahui harga yang harus ia bayar setelah menyantap dua porsi lontong sayur dan satu gelas teh telur.
“Waktu saya tanya ke kasir, katanya totalnya lima puluh ribu. Saya sempat kaget, karena biasanya harga lontong sayur di tempat lain tidak sampai segitu,” ujar M saat ditemui usai makan.
Menurutnya, harga tersebut dirasa terlalu tinggi untuk standar sarapan kaki lima, apalagi di tempat yang dikelola oleh pelaku UMKM.
Ia menyampaikan bahwa dirinya tidak mempermasalahkan harga jika makan di restoran atau hotel yang memang sudah dikenakan pajak resmi seperti PPN dan PPh.
Kendati demikian, ia berharap pelaku UMKM di Kota Pekanbaru juga bisa menerapkan standar harga yang wajar dan transparan.
“Kami para pengunjung ini kan datang untuk menikmati kuliner khas daerah. Harapannya bisa nyaman, bukan malah merasa keberatan. Ini soal rasa kepercayaan juga,” tambahnya.
Warung Lontong Onen sendiri dikenal luas di kalangan warga Pekanbaru dan sekitarnya. Usaha kuliner ini sudah berdiri sejak belasan tahun lalu dan buka setiap hari dari pukul 06.00 hingga 11.00 WIB.
Cita rasa lontong sayur serta teh telurnya kerap jadi andalan untuk memulai pagi.
Menyikapi pengalaman ini, M berharap pemerintah kota Pekanbaru, khususnya dinas yang membidangi usaha mikro dan pariwisata, dapat melakukan pembinaan dan pengawasan secara rutin agar harga yang ditetapkan pelaku UMKM tidak menimbulkan kesan negatif di mata wisatawan dari luar daerah.
“Semoga ini jadi perhatian bersama. Kota Pekanbaru punya potensi besar sebagai tujuan kuliner, jadi jangan sampai rusak hanya karena soal kecil seperti ini,” pungkasnya.







