Rakor Bersama Gubri dan Bupati Siak
SIAK – Ketidakhadiran perwakilan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) dalam rapat koordinasi (rakor) pengendalian kerusakan jalan lintas Minas–Perawang yang digelar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak, akhirnya terjawab.
Asisten Manajer Pelindo Perawang, Muhammad Yoegi, menyebut pihaknya sama sekali tidak menerima undangan resmi terkait agenda rapat penting yang berlangsung di Gedung Serindit, Pekanbaru, Kamis (18/9).
“Kami sudah menghubungi humas dan juga bagian umum, tapi faktanya memang tidak ada undangan yang sampai ke kami. Jadi bukan karena kami mangkir, melainkan memang tidak menerima surat resmi dari Pemprov Riau maupun Pemkab Siak,” tegas Yoegi saat dihubungi wartawan, Kamis (18/9) siang.
Yoegi juga bilang, Pelindo sebagai perusahaan BUMN siap mendukung kebijakan pemerintah, khususnya menyangkut regulasi transportasi dan operasional angkutan yang beraktivitas di kawasan Pelabuhan Perawang.
“Kami ini bagian dari pemerintah. Sudah tentu kami akan taat dan patuh terhadap aturan yang ditetapkan,” ujar Yoegi menegaskan.
Diberitakan sebelumnya, ketidakhadiran Pelindo dalam forum rakor tersebut memicu kegeraman Gubernur Riau Abdul Wahid.
Orang nomor satu di Riau itu terang-terangan mempertanyakan keseriusan perusahaan dalam mencari solusi persoalan jalan rusak di Minas-Perawang yang sudah berulang kali dikeluhkan masyarakat.
“Kalau undangan sudah disampaikan, tapi perwakilan perusahaan tidak datang, jelas ini bentuk ketidakpedulian. Jangan sampai publik menilai mereka lepas tangan,” kata Wahid usai memimpin rakor.
Gubri bahkan sempat meminta jajarannya mengecek ulang, apakah undangan benar-benar sudah diterima pihak Pelindo atau tidak.
Dalam rakor tersebut, perwakilan perusahaan besar seperti PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) dan PT Arara Abadi hadir serta ikut duduk bersama membahas langkah kedepan untuk menekan kerusakan jalan di ruas jalan tersebut. Sementara perwakilan Pelindo justru tidak tampak.
Rakor tersebut merupakan tindak lanjut atas aksi protes warga Minas, yang melakukan blokade jalan di simpang Minas–Perawang. Aksi itu memaksa Gubri Abdul Wahid bersama Bupati Siak Afni turun langsung meninjau lapangan dan kemudian menggagas rapat koordinasi.
Masyarakat menuntut pemerintah daerah serta perusahaan pemilik armada angkutan berat segera bertanggung jawab. Pasalnya, kerusakan jalan lintas Minas–Perawang semakin parah akibat lalu lintas truk bermuatan berat yang melintas setiap hari.






