SELAT PANJANG – Kebakaran hebat meluluhlantakkan SMAN 1 Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, Selasa (30/9) sore.
Amukan api membakar hampir seluruh bangunan sekolah hingga menyisakan puing-puing. Tidak hanya ruang kelas, laboratorium, dan fasilitas pendukung, bahkan arsip penting termasuk ijazah siswa ikut habis dilalap si jago merah.
Kepala SMAN 1 Tebing Tinggi, Poyadi, dengan wajah muram menyebut ada 34 ruangan yang hangus terbakar.
Di antaranya ruang kelas, ruang guru, ruang wakil kepala sekolah, laboratorium komputer, bahasa, fisika, kimia, hingga perpustakaan dan aula.
“Api benar-benar tidak menyisakan apa-apa. Termasuk sejumlah ijazah siswa yang belum diambil setelah tamat sekolah juga ikut terbakar,” ungkapnya.
Musibah ini membuat ratusan siswa kehilangan ruang belajar. Namun pihak sekolah bersama pemerintah daerah berupaya memastikan kegiatan belajar tidak lumpuh. Poyadi menegaskan, meski fasilitas lenyap, semangat para siswa dan guru tidak boleh padam.
Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar, turun langsung meninjau lokasi pada Rabu (1/10) pagi.
Ia menyampaikan duka mendalam dan berjanji Pemkab akan bergerak cepat menangani kondisi darurat.
“Kami prihatin atas musibah ini. Namun saya pastikan, kegiatan belajar tetap berjalan. Tidak ada libur panjang bagi anak-anak kita,” tegas Asmar.
Sebagai solusi, Pemkab Meranti menetapkan sistem belajar dua sesi. Sesi pagi berlangsung pukul 07.00–12.00 WIB, sementara sesi siang pukul 13.00–17.00 WIB. Sebagian siswa juga akan menempati ruang kelas di Sekolah Kalam Kudus sebagai lokasi belajar tambahan.
“Bagi siswa yang menghadapi ujian pada November mendatang, pembelajaran akan dibagi dua kelompok di Kalam Kudus. Ujian tetap berlangsung sesuai jadwal,” jelas Bupati.
Selain fokus pada pemulihan, Bupati Asmar mengingatkan pentingnya langkah pencegahan di masa mendatang. Ia menekankan agar semua sekolah, kantor, hingga rumah ibadah benar-benar memperhatikan instalasi listrik serta wajib menyediakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).
“Kebakaran ini harus menjadi peringatan keras. Jangan lagi ada kelalaian yang merugikan generasi muda,” tegasnya.
Kehilangan dokumen penting seperti ijazah membuat banyak orang tua resah. Meski demikian, pihak sekolah bersama Dinas Pendidikan Riau berjanji akan mengupayakan penggantian dokumen.
“Kami akan koordinasikan ke provinsi agar ijazah siswa bisa diterbitkan kembali, karena ini menyangkut masa depan anak-anak,” ucap Poyadi.
Musibah kebakaran yang melanda SMAN 1 Tebing Tinggi menjadi pukulan berat bagi dunia pendidikan di Meranti. Namun begitu, di balik duka ini, pemerintah daerah menegaskan bahwa semangat belajar tidak boleh padam.
Dukungan masyarakat, sekolah lain, dan langkah cepat Pemkab menjadi kunci agar anak-anak tetap bisa mengejar cita-cita meski sekolah mereka kini hanya tersisa abu dan puing-puing.






