Pelalawan.~ Kasus dugaan pemukulan yang melibatkan seorang guru di SDN 007 Desa Mayang Sari, Kecamatan Pangkalan Lesung, Kabupaten Pelalawan, akhirnya menemui titik terang.
Setelah melalui proses musyawarah yang panjang dan penuh pertimbangan, permasalahan tersebut diselesaikan secara kekeluargaan antara pihak guru dan wali murid, Sabtu (18/10)
Pertemuan berlangsung di ruang SDN 007 Mayang Sari dengan suasana yang kondusif dan penuh keakraban. Saat pertemuan itu, kedua belah pihak sepakat untuk mengakhiri polemik yang sempat menimbulkan keresahan di lingkungan sekolah.
Wali murid yang sempat melaporkan kejadian tersebut ke APH menyatakan telah memaafkan guru yang bersangkutan dan sepakat untuk tidak memperpanjang persoalan ini.
Musyawarah tersebut turut dihadiri sejumlah pihak yang berwenang dan memiliki kepedulian terhadap dunia pendidikan. Di antaranya Kepala Sekolah SDN 007 Yuni Maharani, S.Pd.SD, M.Pd; Koordinator Wilayah Pendidikan Kecamatan Pangkalan Lesung, Karyatin, S.Pd, M.Pd; Ketua PGRI Kecamatan Pangkalan Lesung, Waliyono, S.Pd.I, M.Pd Kepala Desa Mayang Sari, Bambang Ali Wahyudi serta perwakilan kepolisian yakni Bhabinkamtibmas Desa Mayang Sari Dwi Puriyanto dan Kanit Polsek Pangkalan Lesung Aiptu Tigor Hendriyant.
Kepala Sekolah SDN 007, Yuni Maharani, menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah mengedepankan musyawarah sebagai jalan penyelesaian terbaik.
Dia bilang bahwa penyelesaian secara damai bukan berarti mengabaikan persoalan, tetapi sebagai wujud kedewasaan dan tanggung jawab bersama dalam menjaga keharmonisan lingkungan pendidikan, khususnya di Sekolah yang ia pimpin.
“Kami sangat menghargai sikap terbuka dari wali murid dan guru yang bersangkutan. Ini menjadi bukti bahwa dialog dan komunikasi yang baik mampu meredakan ketegangan dan mengembalikan suasana kondusif di sekolah. Kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi di masa mendatang,” tegas Yuni.
Sementara itu, Kepala Desa Mayang Sari, Bambang Ali Wahyudi, menilai keputusan damai ini adalah langkah bijak. Bambang berujar, penyelesaian melalui jalur kekeluargaan menunjukkan bahwa masyarakat Mayang Sari masih menjunjung tinggi nilai-nilai musyawarah dan gotong royong.
“Kita jadikan ini pelajaran berharga. Tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan dengan duduk bersama. Yang penting, semuanya dilakukan dengan hati yang tenang dan niat baik,” ujarnya.
Senada dengan itu, pihak kepolisian yang turut hadir juga mengingatkan pentingnya menjaga etika dan komunikasi antara tenaga pendidik, siswa, serta wali murid.
Bhabinkamtibmas Desa Mayang Sari, Dwi Puriyanto, mengatakan, pihaknya siap memfasilitasi dialog semacam ini jika dibutuhkan.
“Kami akan terus mengawal agar lingkungan sekolah tetap aman dan nyaman, tanpa ada kekhawatiran dari pihak manapun,” pungkasnya.








