SIAK riauexpose.com— Nahdlatul UlamaNahdlatul Ulama (NU) menapaki usia satu abad pada tahun 2026, sebuah tonggak sejarah penting bagi organisasi keagamaan yang telah lama menjadi pilar penopang umat dan bangsa Indonesia.
Seratus tahun perjalanan NU bukan sekadar hitungan waktu, melainkan rangkaian panjang pengabdian, perjuangan, dan ketulusan dalam menjaga nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan.
Sejak didirikan pada 1926, NU tumbuh dan berkembang bersama dinamika bangsa. Dari masa penjajahan hingga era kemerdekaan, bahkan memasuki zaman digital saat ini, NU konsisten hadir sebagai kekuatan moral dan spiritual yang menyejukkan, menjaga persatuan, serta merawat harmoni sosial di tengah keberagaman Indonesia.
NU tidak hanya berperan sebagai organisasi keagamaan, tetapi juga menjadi benteng persatuan nasional. Para ulama dan kiai NU sejak awal menanamkan prinsip bahwa cinta tanah air adalah bagian dari iman.
Nilai inilah yang menjadikan NU senantiasa berada di garis depan dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Momentum peringatan Harlah 1 Abad NU pada 2026 dipandang sebagai saat yang tepat untuk melakukan refleksi bersama. NU telah tumbuh bersama rakyat, dari pesantren-pesantren di pelosok desa hingga turut memberi warna dalam pusat-pusat kebijakan negara, dengan tetap mengedepankan Islam yang ramah, moderat, dan berakar kuat pada budaya Nusantara.
Di tengah tantangan zaman yang kian kompleks, seperti polarisasi sosial, krisis moral, hingga derasnya arus globalisasi, NU tetap memegang teguh jati dirinya.
Organisasi ini hadir sebagai penyeimbang, penenang, dan pemersatu umat tanpa memandang latar belakang, golongan, maupun perbedaan pandangan.
Kabupaten Siak pun menyatakan kesiapan dan dukungannya untuk menjadi bagian dari saksi sejarah peringatan satu abad NU tersebut. Dengan latar sejarah dan budaya yang kuat, Siak dinilai memiliki posisi strategis sebagai ruang perjumpaan nilai keislaman, kebangsaan, dan kearifan lokal.
Ketua DPRD Kabupaten Siak, Indra GunawanIndra Gunawan, menyatakan dukungan penuh terhadap Siak sebagai saksi peringatan 1 Abad NU.
Menurut Politisi Golkar Siak itu, NU memiliki kontribusi besar dalam menjaga persatuan dan stabilitas sosial, termasuk di Kabupaten Siak.
“NU bukan hanya milik warganya, tetapi milik bangsa Indonesia. Satu abad NU adalah bukti konsistensi ulama dan kiai dalam menjaga umat dan NKRI. Kami di DPRD Siak sangat mendukung jika Siak dipercaya menjadi bagian dari peringatan bersejarah ini,” ujar Indra Gunawan.
Ia menilai, peringatan 1 Abad NU bukan sekadar seremoni, melainkan momentum strategis untuk memperkuat nilai keumatan dan kebangsaan di tengah masyarakat. Menurutnya, NU telah terbukti menjadi perekat sosial yang mampu merangkul semua lapisan.
Indra juga berharap, kegiatan peringatan satu abad NU dapat menjadi sarana edukasi bagi generasi muda agar memahami sejarah, peran, dan kontribusi NU dalam perjalanan bangsa Indonesia. Hal ini penting agar nilai-nilai moderasi, toleransi, dan persatuan tetap terjaga di masa depan.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa DPRD Siak siap bersinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat dalam mendukung kegiatan-kegiatan keagamaan dan kebangsaan yang bermakna bagi umat.
Dengan semangat satu abad pengabdian, NU diharapkan terus menjadi penjaga keseimbangan, penuntun moral, dan penguat persatuan bangsa. Kabupaten Siak pun siap menjadi saksi sejarah, meneguhkan peran NU sebagai pilar keumatan dan kebangsaan menuju abad berikutnya.






