Tampak depan Hotel Hollywood di Riau
Hukrim  

Rumah Ketua PEKAT Parit Sigalangan Dibakar OTK, Diduga Akibat Aksi Bersih-Bersih Kampung

Rumah Ketua PEKAT Parit Sigalangan Dibakar OTK, Diduga Akibat Aksi Bersih-Bersih Kampung

Rumah dan Usaha Kandang Ayam Ketua Pekat Usai Dibakar OTK

SUMBAR.— Aksi kriminal mengejutkan terjadi di Kejorongan Parit Sigalangan, Kecamatan Sungai Beremas, Kabupaten Pasaman Barat.

Rumah dan usaha kandang ayam milik Yadi Saputra, Ketua PEKAT Parit Sigalangan, dibakar oleh orang tak dikenal (OTK) pada Minggu (15/6) dini hari sekira pukul 03.00 WIB.

Diduga kuat, aksi pembakaran ini berkaitan dengan aksi ketua  PEKAT setempat dalam menekan tindak kejahatan di kampung tersebut, khususnya pencurian buah kelapa sawit.

Sejak PEKAT didirikan 23 Mei 2025 lalu, situasi keamanan di wilayah Parit Sigalangan berangsur membaik.

Warga mulai merasakan kembali hasil dari kebun mereka setelah aksi pencurian berhasil ditekan. Dua pelaku pencurian pun telah diamankan oleh pihak Polsek Sungai Beremas.

Kendati demikian, pembakaran rumah ketua PEKAT ini menjadi sinyal bahwa upaya pembersihan kampung tidak diterima oleh semua pihak.

Dugaan sementara, pelaku merupakan oknum yang merasa terusik dengan keberadaan dan aksi nyata dari tim PEKAT di lapangan.

Bahkan, tersiar kabar bahwa salah seorang pelaku memiliki keterkaitan dengan salah seorang oknum anggota Polres Pasaman Barat.

“Saya berharap pihak kepolisian segera menangkap pelaku dan mengusut tuntas kejadian ini. Jangan sampai upaya kami membersihkan kampung dari penyakit masyarakat justru dibalas dengan teror seperti ini. Kami hanya ingin kampung kami aman,” ujar Yadi Saputra.

Aksi anarkis ini mendapat tanggapan serius dari berbagai pihak, termasuk anggota DPRD Pasaman Barat.

Anggota dewan dari Fraksi PPP, Denika Saputra mendesak aparat penegak hukum bertindak cepat dan tegas.

“Kami sangat menyayangkan kejadian ini. Aparat harus hadir dan bersikap adil. Jika tidak ditindak tegas, kekerasan semacam ini bisa terulang kembali. Penyakit masyarakat seperti narkoba dan prostitusi harus diberantas. Cafe-cafe yang menjadi sarangnya harus dirazia dan ditutup permanen,” tegas Eka.

Senada dengan Denika Saputra, anggota DPRD lainnya dari Pasaman Barat juga turut mengecam keras aksi pembakaran tersebut.

“Ini tindakan yang sangat tidak berperikemanusiaan. Kita harus berdiri bersama rakyat yang berjuang menjaga keamanan lingkungannya. Jangan biarkan rasa takut menggantikan semangat gotong royong,” kata Eka lagi.

Pihak kepolisian dari Polres Pasaman Barat sendiri hingga kini belum memberikan keterangan resmi terkait pelaku dan motif di balik aksi tersebut.

Namun begitu masyarakat berharap, tindakan tegas dan transparan segera dilakukan demi menjaga kepercayaan publik serta memastikan keamanan di Parit Sigalangan tetap terjaga.

https://riauexpose.com/wp-content/uploads/2024/06/Merah-Ilustratif-Modern-Dirgahayu-Bhayangkara-Instagram-Story_20240629_090843_0000.png