Ruas Tol Pekanbaru–Dumai Berkabut, Pengendara Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

Ruas Tol Pekanbaru–Dumai Berkabut, Pengendara Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

Kondisi Ruas Tol Permai Dipenuhi Kabut Asap

PEKANBARU.~ Suasana pagi di ruas jalan tol Dumai menuju Pekanbaru Selasa (5/8) diwarnai kabut asap  yang sangat mengkhawatirkan keselamatan pengendara.

Mulai dari gerbang tol Dumai hingga sekitar kilometer 70, jalur tol diselimuti kabut asap tebal yang secara signifikan membatasi jarak pandang pengendara, hanya sekitar 20 meter.

Kabut asap yang muncul sejak sekitar pukul 06.00 pagi ini menjadi perhatian berbagai pihak karena berpotensi mengganggu keselamatan berlalu lintas. Khususnya di Ruas Tol Permai.

Berdasarkan pantauan awak media di lapangan, asap ini diduga berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kembali terjadi di sejumlah titik di Provinsi Riau khususnya di Kabupaten Rokan Hilir, Dumai dan Bengkalis.

Kondisi ini menjadi kemunduran setelah beberapa tahun terakhir, Riau dinilai cukup berhasil dalam menangani dan mencegah bencana asap yang sebelumnya menjadi momok menakutkan setiap tahunnya.

“Kami prihatin atas kembalinya kabut asap di wilayah ini. Upaya pencegahan perlu terus diperkuat, dan penanganannya tidak bisa hanya saat kejadian sudah berlangsung,” ujar Ir. Muhammad Yusuf, pengamat lingkungan dari Universitas Riau.

M Yusuf juga bulang pentingnya keterlibatan berbagai pihak untuk bersinergi dalam pengawasan dan pencegahan dini.

Pemerintah daerah dan instansi terkait diharapkan segera melakukan langkah-langkah konkret, baik dalam hal pemadaman titik api maupun penyelidikan terhadap penyebab terjadinya kebakaran itu sendiri.

“Kami akan berkoordinasi dengan semua pihak terkait untuk memastikan penanganan dilakukan secara cepat dan tepat. Keselamatan masyarakat dan pengguna jalan menjadi prioritas,”sambungnya.

Sementara itu, pengendara yang melintasi jalan tol Dumai–Pekanbaru diminta untuk ekstra waspada, menyalakan lampu kendaraan, dan mengurangi kecepatan guna menghindari risiko kecelakaan akibat jarak pandang terbatas.

Exit mobile version