http://Camat Sungai Mandau, M. DarwisBupati Afni Didampingi Camat M Darwis Saat Meninjau Perbaikan Jalan Sei Mandau-Tualang
Siak, — Ruas jalan Pemda Tualang–Sungai Mandau mengalami kerusakan yang cukup parah dan telah berlangsung selama kurun waktu yang cukup lama.
Hingga saat ini, Pemerintah Kabupaten Siak belum memiliki anggaran untuk pengaspalan jalan tersebut dalam waktu dekat.
Sebagai langkah awal, Bupati Siak, Afni, bersama Camat Sungai Mandau, M. Darwis, meminta uluran tangan dari pihak perusahaan tempatan untuk melakukan perbaikan sementara. Sejumlah alat berat terlihat berjibaku meratakan jalan yang berlubang dan bergelombang.
“Kami menggandeng perusahaan tempatan untuk berpartisipasi dalam perbaikan awal, seperti melakukan scraping atau pemerataan jalan yang berlubang. Alhamdulillah, saat ini sudah dikabulkan sepanjang lebih kurang 12 kilometer,” ujar Bupati Afni Kamis (24/7).
Berdasarkan fakta di lapangan, penyebab utama kerusakan ruas jalan tersebut adalah kendaraan truk tronton yang membawa muatan melebihi kapasitas.
“Truk-truk yang over kapasitas ini menjadi perhatian kami. Ke depan, kami akan segera membajas hal ini bersama pihak terkait untuk mencari solusi jangka panjang yang tepat,” tambahnya.
Salah satu pengusaha peron sawit di Sungai Mandau yang enggan disebutkan namanya mengakui bahwa armada tronton miliknya memang kerap melintasi ruas jalan tersebut untuk mengangkut tandan buah segar (TBS) menuju pabrik kelapa sawit (PKS).
Bupati Afni menyarankan agar para pengusaha mempertimbangkan penggunaan armada yang lebih kecil seperti colt diesel dengan muatan 8 ton saja untuk menjaga ketahanan jalan.
“Kami menyarankan penggunaan colt diesel agar kondisi jalan bisa lebih lama. Kendati demikian tentu kami paham bahwa ini juga berdampak pada biaya operasional,” jelasnya.
Meski demikian, pengusaha peron tersebut menyebut bahwa penggunaan colt diesel dapat menyebabkan tingginya biaya transportasi, yang pada akhirnya akan menurunkan harga beli TBS di tingkat petani.
Menyikapi hal itu, Bupati Afni bilang bahwa pihaknya akan melakukan kajian lebih lanjut bersama tim akademisi guna menyusun kebijakan yang adil tentunya.
“Kami tidak ingin merugikan petani maupun pengusaha. Maka dari itu, kami akan mengkaji secara menyeluruh tentang pengaturan muatan truk demi keberlangsungan infrastruktur jalan Sungai Mandau menuju Tualang,” tutupnya.






