Ricuh di Kuansing, Rombongan Kapolres Diserang Saat Tertibkan Tambang Emas Ilegal di Cerenti

Ricuh di Kuansing,  Rombongan Kapolres Diserang Saat Tertibkan Tambang Emas Ilegal di Cerenti

Pekanbaru – Suasana tegang mewarnai Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Selasa (7/10), operasi penertiban Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kecamatan Cerenti berujung ricuh.

Rombongan Forkopimda Kuansing yang dipimpin langsung oleh Bupati Kuansing Suhardiman Ambydan Kapolres Kuansing AKBP Raden Ricky Pratidiningrat diserang sekelompok massa saat menjalankan tugas di Sungai Kuantan.

Insiden bermula ketika tim gabungan yang terdiri dari unsur Pemkab Kuansing, Polres, dan TNIbergerak menggunakan perahu menuju lokasi aktivitas PETI di wilayah Cerenti.

Awalnya, operasi berjalan lancar tanpa hambatan berarti. Namun situasi berubah tegang ketika puluhan orang tak dikenal menghadang dan melakukan aksi anarkis di tepian sungai.

“Mereka sudah menunggu di darat. Saat rombongan kami mendekat, langsung terdengar teriakan penolakan dan pelemparan ke arah petugas,” ungkap salah seorang anggota Satpol PP Kuansing yang ikut dalam operasi tersebut.

Akibat situasi tak terkendali, rombongan Forkopimda sempat tertahan di tengah sungai untuk menghindari bentrokan semakin parah.

Dalam kericuhan itu, beberapa kendaraan dinas mengalami kerusakan, termasuk mobil dinas Kapolres dan Kabag Ops Polres Kuansing.

Seorang anggota Polwan dilaporkan terluka akibat terkena serpihan kaca mobil, sementara seorang wartawan lokal, Ayub Kelana, juga mengalami luka di wajah akibat terkena lemparan batu.

Bupati Kuansing Suhardiman Amby menegaskan bahwa tindakan tegas terhadap aktivitas PETI merupakan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kelestarian lingkungan.

“Kami tidak akan mundur. Sungai Kuantan harus bebas dari tambang ilegal yang merusak alam dan mengancam keselamatan masyarakat,” tegas Suhardiman kepada wartawan.

Ia juga memastikan kondisi terkini di lokasi sudah berangsur kondusif setelah aparat melakukan pendekatan persuasif kepada masyarakat.

“Situasi sudah aman terkendali. Kami berharap tidak ada lagi provokasi atau tindakan melawan hukum,” timpalnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Riau Kombes Anom Karibianto menyatakan pihaknya tengah mengumpulkan laporan lengkap terkait insiden tersebut.

“Kami sedang cek kronologi detailnya. Prinsipnya, setiap tindakan anarkis terhadap petugas akan ditindak sesuai hukum,” tegasnya.

Operasi penertiban PETI di wilayah Kuansing merupakan bagian dari program bersama Pemprov Riau dan Polda Riau untuk menertibkan aktivitas tambang emas ilegal yang telah lama meresahkan.

Kegiatan ini terus digencarkan sejak awal tahun 2025, terutama di daerah sepanjang Sungai Kuantan yang menjadi lokasi utama aktivitas penambangan liar.

Meski ratusan alat PETI telah dimusnahkan dalam beberapa razia sebelumnya, sebagian warga masih nekat melanjutkan kegiatan tambang ilegal tersebut.

Aparat gabungan bertekad akan terus melakukan penegakan hukum agar Sungai Kuantan benar-benar bersih dari aktivitas yang merusak lingkungan.

“Ini bukan sekadar penertiban, tapi perjuangan menjaga masa depan lingkungan dan anak cucu kita,” pungkas Suhardiman memungkasi.

Exit mobile version