Putri Kusuma Wardani Tembus Peringkat 7 Dunia Usai Raih Perunggu di Kejuaraan Dunia 2025

Putri Kusuma Wardani Tembus Peringkat 7 Dunia Usai Raih Perunggu di Kejuaraan Dunia 2025

Putri Kusuma Wardani Tembus Peringkat 7 Dunia

Jakarta – Tunggal putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani, mencatat sejarah baru dengan menembus peringkat tujuh dunia setelah berhasil meraih medali perunggu di Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2025 yang berlangsung di Paris, Prancis, pekan lalu.

Berdasarkan daftar peringkat terbaru yang dirilis BWF pada Selasa (2/9), Putri kini mengoleksi 69.200 poin. Raihan ini membuatnya naik dua peringkat, sekaligus menggeser rekannya, Gregoria Mariska Tunjung, yang turun ke posisi delapan dengan 68.360 poin.

Dalam perjalanannya menuju semifinal, Putri tampil impresif dengan menyingkirkan sejumlah pemain papan atas dunia. Ia menundukkan unggulan kedelapan asal Jepang, Tomoka Miyazaki, dengan skor 21-12, 21-11, lalu mengalahkan mantan juara dunia asal India, Pusarla Venkata Sindhu, di perempat final dengan skor 21-14, 13-21, 21-16. Namun, langkahnya harus terhenti setelah dikalahkan Akane Yamaguchi (Jepang) pada laga semifinal dengan skor 17-21, 21-14, 6-21.

“Puji syukur saya bisa meraih perunggu di kejuaraan dunia tahun ini. Hasil ini tentu jadi motivasi besar untuk terus meningkatkan performa di turnamen-turnamen selanjutnya,” ujar Putri dengan nada penuh harap.

Pencapaian ini juga menjadi kabar gembira bagi Indonesia. Medali perunggu Putri mengakhiri penantian panjang sektor tunggal putri Indonesia di kejuaraan dunia sejak 2015, ketika Lindaweni Fanetri juga membawa pulang perunggu.

Sementara itu, posisi tiga besar dunia masih dikuasai An Se Young (Korea Selatan) dengan 111.270 poin, disusul Wang Zhi Yi (Tiongkok) dengan 106.862 poin, dan Han Yue (Tiongkok) dengan 92.600 poin. Juara dunia 2025, Akane Yamaguchi, kini berada di peringkat empat dengan 89.364 poin.

Pengurus Besar PBSI memberikan apresiasi atas hasil yang dicapai Putri. “Kami bangga dengan capaian Putri. Prestasi ini bukan hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga semoga menjadi awal konsistensi tunggal putri Indonesia kembali bersaing di level tertinggi dunia,” ungkap salah satu perwakilan PBSI.

Ke depan, Putri akan melanjutkan perjuangannya di rangkaian tur Asia, dimulai dari Hong Kong Terbuka (Super 500) pada 9–14 September, lalu Tiongkok Masters (Super 750) pada 16–21 September, dan Korea Terbuka (Super 500) pada 23–28 September.

Exit mobile version