Bupati Siak Alfedri Bersama Wamen BUMN Aminduddin Ma’aruf Malakukan Penanaman Padi Gogo Secara Simbolis
Siak, – Pemerintah bersama Holding Perkebunan Nusantara (PTPN) secara resmi meluncurkan Program Kick Off Tanam Padi PTPN (TAMPAN) di Kampung Berumbung Baru, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, Riau. Jumat (28/11/2024).
Program ini mengintegrasikan peremajaan sawit rakyat (PSR) dengan intercropping padi gogo untuk mendukung swasembada pangan nasional sebagai mana Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto.
Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Menteri BUMN Aminuddin Ma’ruf, Plt. Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian Heru Tri Widarto, Bupati Siak Alfedri dan sejumlah pejabat tinggi lainnya.
Direktur Utama PTPN III, Mohammad Abdul Ghani, menyampaikan bahwa dari 6,94 juta hektar perkebunan sawit rakyat, sekitar 2,8 juta hektar sudah berusia lebih dari 25 tahun dan perlu segera diremajakan.
“Melalui Program TAMPAN, kita tidak hanya mempercepat peremajaan sawit rakyat, tetapi juga memanfaatkan lahan idle untuk menanam padi gogo. Ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto untuk menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia,” ujarnya.
Penanaman perdana padi gogo dilakukan di atas lahan PSR seluas 60 hektar milik Koperasi Produsen Karya Maju.
Direktur PTPN IV PalmCo, Jatmiko Santosa, menjelaskan bahwa pola intercropping ini mampu menghasilkan padi di 20 hektar lahan selama masa Tanaman Belum Menghasilkan (TBM).
“Ini adalah solusi inovatif untuk mencetak sawah tanpa perlu ekstensifikasi lahan. Target kami hingga 2029 adalah mengelola 206 ribu hektar PSR dengan sistem intercropping,” jelas Jatmiko.
Bupati Siak, Alfedri, yang turut hadir dalam acara tersebut turut mengapresiasi inisiatif ini sebagai langkah strategis untuk mendukung perekonomian petani lokal.
“Program TAMPAN ini adalah wujud nyata sinergi antara pemerintah, swasta, dan petani. Dengan intercropping padi gogo di lahan PSR, petani tidak hanya mendapatkan hasil dari kelapa sawit tetapi juga berkontribusi pada ketahanan pangan nasional. Kami siap mendukung program ini sepenuhnya,” ungkap Alfedri kepada Haluanriau usai acara di Kampung Berumbung Baru, Kecamatan Dayun, Jumat (29/11) pagi.
Rektor IPB University, Prof. Arif Satria, menambahkan bahwa program ini berbasis hasil riset yang telah dilakukan IPB.
“Potensi intercropping padi gogo di lahan sawit sangat besar. Kami memperkirakan, jika diterapkan di seluruh lahan PSR, akan ada tambahan produksi 1,1 juta ton beras per tahun. Ini akan menjadi kontribusi signifikan bagi swasembada beras,” jelasnya.
Wakil Menteri BUMN Aminuddin Ma’ruf menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya BUMN untuk memperkuat sektor pangan.
“BUMN tidak hanya berperan di sektor industri, tetapi juga berkomitmen mendukung ketahanan pangan. Program ini adalah bukti bahwa sinergi BUMN, petani, dan akademisi bisa menghasilkan solusi konkret,” katanya.
Heru Tri Widarto, Plt. Dirjen Perkebunan, menyampaikan bahwa pemerintah mendukung dengan menaikkan bantuan PSR menjadi Rp60 juta per hektar.
“Kami ingin memastikan petani mendapat manfaat maksimal dari peremajaan sawit, sekaligus memperkuat ketersediaan pangan melalui intercropping ini,” ujar Heru.
Program ini juga mendapat dukungan dari BPDP dan produsen bibit serta pupuk. Pj Gubernur Riau menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung program ini.
“Kami siap membantu dari segi infrastruktur dan pengawasan agar program ini berjalan lancar,” tegasnya.
Salah seorang petani Koperasi Produsen Karya Maju, Pak Surya, mengungkapkan harapannya terhadap program ini.
“Kami sangat berterima kasih. Selama ini, lahan PSR tidak menghasilkan apa-apa selama masa remajakan. Dengan adanya padi gogo, kami bisa mendapatkan penghasilan tambahan,” katanya.
Jatmiko Santosa menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak untuk memastikan keberhasilan program ini.
“Kita tidak bisa berjalan sendiri. Diperlukan dukungan dari lembaga riset, produsen bibit, pupuk, dan pemerintah daerah. Dengan sinergi yang kuat, kita optimis program ini akan berhasil,” ujarnya.
Acara diakhiri dengan penanaman padi gogo secara simbolis oleh Wakil Menteri BUMN Aminuddin Ma’ruf dan Bupati Siak serta pejabat lainnya. Program TAMPAN diharapkan tidak hanya mempercepat peremajaan sawit rakyat, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan pada ketahanan pangan nasional.
“Inilah langkah nyata untuk menciptakan Indonesia yang lebih sejahtera melalui integrasi sektor perkebunan dan pertanian, sebagaimana Asta Cita Presiden Prabowo Subianto,” tutup Alfedri menyudahi.






