Tampak depan Hotel Hollywood di Riau

Program MBG Majukan Pertanian dan Perikanan Lokal, Ekonomi Siak Tumbuh dan Berkembang

Program MBG Majukan Pertanian dan Perikanan Lokal, Ekonomi Siak Tumbuh dan Berkembang
Screenshot

Program MBG Majukan Pertanian dan Perikanan Lokal di Siak

Siak,– Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola Badan Gizi Nasional, Tigor Pangaribuan, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Siak. Rabu (3/9).

Kehadirannya bersama rombongan disambut langsung oleh Bupati Siak, Afni, di Rumah Dinas Bupati, Kompleks Abdi Praja, Siak Sri Indrapura.

Tigor bilang, bahwa program MBG tidak hanya terfokus pada pemenuhan gizi masyarakat, namun juga memberi dampak besar bagi perekonomian daerah. Salah satunya melalui penguatan sektor pertanian, perikanan, hingga UMKM lokal.

“Kami melihat, jika MBG berjalan dengan baik, kebutuhan bahan pangan seperti padi, sayur, telur ayam, dan ikan akan meningkat pesat. Di sinilah peran pertanian dan perikanan lokal menjadi sangat penting,” ujar Tigor.

Tigor juga bilang, bahwa perputaran ekonomi dari program ini juga signifikan. Setiap dapur MBG diperkirakan menggerakkan ekonomi hampir Rp900 juta per bulan.

Dengan target 50 dapur di seluruh Kabupaten Siak, potensi perputaran uang ditaksir bisa mencapai Rp45 miliar per bulan.

Senada dengan itu, Bupati Siak, Afni, menyambut baik program tersebut. Menurutnya, MBG adalah peluang besar bagi masyarakat untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan pendapatan dari sektor pertanian, peternakan, hingga perikanan.

“Kami sudah mengajak seluruh pihak, mulai dari OPD, sekolah, pesantren hingga masyarakat untuk memanfaatkan lahan dengan menanam sayur-sayuran, beternak ayam, maupun membudidayakan ikan,” kata Afni.

Dengan begitu, lanjut Bupati wanita pertama di negeri istana itu, kebutuhan MBG bisa kita penuhi dari hasil bumi dan UMKM kita sendiri tanpa mendatangkan bahan baku dari daerah lain.

Menurut Afni, keterlibatan masyarakat dalam program MBG pemerintah pusat ini sangat penting agar Kabupaten Siak tidak bergantung pada pasokan dari luar daerah.

“Kalau semua kebutuhan MBG kita beli dari luar, tentu bisa memicu inflasi. Tapi kalau kita gerakkan pertanian dan perikanan lokal, maka manfaatnya ganda, gizi masyarakat terpenuhi dan ekonomi rakyat pun tumbuh,” jelasnya.

Sebagai informasi, untuk saat ini, dari target 50 dapur MBG, sebanyak 16 dapur sudah mulai beroperasi di Kabupaten Siak.

Afni berharap pembangunan dapur MBG nantinya dapat merata hingga ke pelosok, sehingga lebih dari 164 ribu penerima manfaat, termasuk ibu hamil, bisa menikmati program ini.

“Alhamdulillah, sebagian sudah berjalan. Bahkan dari pekarangan rumah dinas, kami sudah memulai dengan menanam sayur. Kita semua berharap ini dapat menjadi contoh agar masyarakat juga ikut ambil bagian dengan bercocok tanam dilahan yang ada di rumah masing-masing,” pungkasnya menyudahi.

Semoga Kedepan program MBG di Negeri Istana ini dapat menghadirkan makanan sehat bagi masyarakat, namun juga menjadi penggerak ekonomi Kabupaten Siak yang berkelanjutan.

12 / 100 Skor SEO
https://riauexpose.com/wp-content/uploads/2024/06/Merah-Ilustratif-Modern-Dirgahayu-Bhayangkara-Instagram-Story_20240629_090843_0000.png