Jakarta riauexpose.com– Sosok Suyudi Ario Seto menjadi sorotan publik setelah tercatat sebagai Jenderal Bintang Tiga (Komisaris Jenderal) termuda di jajaran Polri saat ini.
Perwira tinggi kelahiran Jakarta, 14 Juli 1973 tersebut akan genap berusia 53 tahun pada 14 Juli 2026.
Alumni Akademi Kepolisian (Akpol) 1994 ini dikenal memiliki rekam jejak panjang di bidang reserse dan penegakan hukum.
Ia resmi menyandang pangkat Komisaris Jenderal Polisi sekaligus dipercaya mengemban amanat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) sejak 25 Agustus 2025.
Sebelum Suyudi, predikat jenderal bintang tiga termuda pernah disandang oleh Nico Afinta, alumni Akpol 1992 yang lahir pada 30 April 1971.
Karier Cemerlang di Jalur Reserse
Komjen Suyudi Ario Seto dikenal sebagai perwira dengan spesialisasi reserse. Ia pernah menduduki berbagai jabatan strategis, mulai dari Kanit Resmob, Kasat Reskrim di sejumlah Polres Metro, hingga jabatan penting di tingkat Mabes Polri seperti Wadirtipideksus dan Wadirtipidsiber Bareskrim Polri.
Kariernya terus menanjak saat dipercaya menjadi Wakapolda Metro Jaya, kemudian menjabat Kapolda Banten sebelum akhirnya ditunjuk sebagai Kepala BNN.
Pengangkatan dan kenaikan pangkatnya menjadi Komisaris Jenderal dilaksanakan dalam upacara resmi di Rupattama Mabes Polri pada 6 Oktober 2025.
Pendidikan dan Kepemimpinan
Dalam perjalanan akademiknya, Suyudi merupakan lulusan:
• Akpol 1994
• PTIK (2003)
• Sespimti (2018)
Bekal pendidikan dan pengalaman lapangan tersebut mengantarkannya pada posisi strategis sebagai pimpinan lembaga negara nonkementerian.
Sebagai Kepala BNN, Komjen Suyudi memimpin institusi yang bertugas melaksanakan pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika.
Lembaga ini memiliki dasar hukum Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan bertanggung jawab langsung kepada Presiden.
Figur Tegas dan Berpengalaman
Dengan latar belakang panjang di bidang reserse kriminal umum, tindak pidana ekonomi khusus, hingga siber, Komjen Suyudi dinilai memiliki kapasitas kuat dalam menghadapi tantangan pemberantasan narkotika yang semakin kompleks.
Kini, sebagai Jenderal Bintang Tiga termuda, ia mengemban tanggung jawab besar dalam memimpin BNN serta memperkuat strategi nasional melawan jaringan narkotika lintas wilayah dan internasional.








