Siak — Sosok Bupati Siak, Afni Zulkifli, mencuri perhatian Gubernur Riau (Gubri) Abdul Wahid. Dalam sebuah kesempatan saat pelantikan di Gedung DPRD Siak, Rabu (4/6).
Wahid menuturkan bahwa Afni adalah representasi kebangkitan semangat Sultanah Latifah yang dulu pernah memimpin dengan keteguhan hati seorang perempuan.
“Afni adalah titisan kepemimpinan wanita yang sangat berpengaruh di masa kini. Ia hadir dengan semangat pengabdian, layaknya Tengku Agung Sultanah Latifah di masa lalu yang menjadi simbol perjuangan seorang wanita,” ujar Wahid.
Afni, yang kini tercatat sebagai Bupati termuda se-Riau, bukan hanya menjadi kebanggaan Kabupaten Siak, tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi muda di seluruh Riau.
Keberhasilannya menduduki kursi bupati di usia muda menunjukkan bahwa usia hanyalah sebuah angka dan bukanlah penghalang untuk berprestasi.
Menurut Wahid, Afni telah menunjukkan dedikasi luar biasa melalui inovasi dan program-program pembangunan yang telah dicanangkannya.
“Ia bukan hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki empati dan kepekaan terhadap kebutuhan masyarakat,” tambah Wahid.
Jauh sebelum dilantik sebagai Bupati Siak, Afni telah banyak menorehkan prestasi, Semua itu, kata Wahid, menjadi bukti nyata dari seorang visioner yang berjiwa pemimpin.
Bagi Gubernur Riau Abdul Wahid, Afni bukan hanya sekadar aktivis lingkungan atau jurnalis yang menulis di balik meja redaksi.
Ia melihat sosok Afni sebagai jembatan yang menautkan kebijakan pemerintah dengan suara-suara kecil dari lapangan.
“Afni punya cara yang halus tapi tajam dalam menyampaikan apa yang ia temukan di lapangan,” tutur Wahid.
Di mata Wahid, Afni adalah pengingat yang setia bahwa pembangunan tidak boleh mematikan kehidupan yang lain. Ia adalah suara yang tak hanya kritis, tetapi juga menenangkan dan mengajarkan kita semua bahwa menjaga alam bukan hanya tugas satu orang, tetapi tanggung jawab bersama.
“Dengan caranya yang penuh empati, Afni membantu kita semua melihat alam bukan sekadar statistik, tetapi rumah bagi banyak jiwa,” ujar Wahid menyudahi.









