Kuansing.~ Kapolres Kuansing AKBP Raden Ricky Pratidiningrat SIK MH mengklaim pihaknya telah mengantongi identitas pelaku kericuhan yang terjadi saat operasi penertiban penambangan emas tanpa izin (PETI) di Sungai Kuantan Desa Pulau Bayur, Kecamatan Cerenti, Selasa (7/10) lalu.
Terkait hal itu, dia meminta kepada pelaku yang melakukan kericuhan, pengrusakan kendaraan aparat dan penganiayaan terhadap seorang wartawan online Kuansing, Ayub Kelana yang tengah melakukan peliputan, segera menyerahkan diri dalam 1×24 jam mulai hari.
Ia menyayangkan ada korban yang menimpa salah seorang kalangan jurnalis atau wartawan di Kuansing saat peliputan kegiatan aktivitas penertiban PETI.
Saat kejadian, polisi berupaya melakukan pengamanan terhadap kalangan wartawan yang melakukan peliputan saat kejadian, termasuk Ayub Kelana yang menjadi korban. Saat itu, polisi melakukan evakuasi korban. Dan saat itu, kendaraan aparat keamanan juga menjadi sasaran kemarahan massa saat itu.
“Dan kami sudah mengantongi identitas pelaku. Makanya kami minta menyerahkan diri 1×24 jam,” ungkap Kapolres Kuansing, AKBP Raden Ricky Pratidiningrat, Ahad (12/10).
Imbauan ini, kata Kapolres Raden Ricky, sebaiknya diindahkan demi menjaga kondusivitas dan keamanan di Kuansing. Soal berapa orang pelaku, mereka masih melakukan pengembangan di lapangan.
Polres Kuansing menginginkan agar situasi keamanan tetap terjaga, ketertiban terjaga. Dan saat ini, situasi di Cerenti sudah aman. Namun pascakejadian, Polres Kuansing mendapatkan bantuan personel satu kompi Brimob dan satuan pengamanan Polda Riau lainnya. Hal ini untuk memastikan situasi di Kuansing dan Cerenti aman.
“Dan saya pastikan sudah aman dan terkendali,” ujarnya.
Meski dalam operasi PETI di Desa Pulau Bayur Kecamatan Cerenti mendapatkan perlawanan, Polres Kuansing sesuai instruksi Presiden RI H Prabowo Subianto untuk menertibkan dan membersihlan pertambangan ilegal, akan tetap melakukan pembersihan PETI di Sungai Kuantan bila masih ada.
“Dan ini sudah menjadi komitmen bersama dengan Pak Bupati atau pemerintah daerah dan TNI. Kami berharap semua komponen terlibat untuk bersama-sama menghentikan PETI,” ujarnya
Bupati Kuansing Suhardiman Amby yang ikut dalam apel gelar pasukan pengamanan, tegas mengatakan kalau aktivitas PETI di Sungai Kuantan harus dihentikan.
Suhardiman Amby lagi-lagi mengimbau, agar masyarakat segera melakukan pengurusan izin pertambangan rakyat di wilayah pertambangan.







