SIAK, ~ Tingginya angka kekerasan seksual terhadap anak di wilayah hukum Polres Siak, khususnya di Kecamatan Tualang, menjadi peringatan serius yang mendapatkan perhatian banyak pihak. Fenomena ini bukan sekadar catatan pihak berwajib saja, melainkan potret kelam yang mengancam masa depan anak bangsa.
Sebagai langkah nyata, sinergi lintas sektor pun digerakkan untuk memperkuat edukasi, pencegahan, dan perlindungan anak secara menyeluruh, dimulai dari lingkungan terdekat mereka yakni keluarga, sekolah, dan komunitas.
Untuk menekan angka kekerasan seksual terhadap anak dan memberikan edukasi dini kepada generasi muda, kegiatan sosialisasi bertema perlindungan anak digelar di Kamp Perawang Barat, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak.
Kegiatan ini mendapatkan perhatian serius dari berbagai unsur, termasuk pemerintah, kepolisian, tokoh masyarakat, dan dunia pendidikan, sebagai bentuk komitmen bersama dalam melindungi anak-anak dari segala bentuk kekerasan.
Acara pagi itu dibuka secara resmi oleh Sekretaris Camat Tualang, Andri Fauzar, Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah terlibat dalam pelaksanaan sosialisasi ini.
Hadir pula Kabid Perlindungan dan Tumbuh Kembang Anak, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Siak, Ibu Khairani, yang menjadi salah satu narasumber utama.
Khairani menyampaikan, terkait tingginya angka kekerasan seksual terhadap anak yang masih terjadi, serta pentingnya keterlibatan keluarga dan masyarakat dalam upaya pencegahan.
“Kasus kekerasan seksual terhadap anak masih menjadi permasalahan yang serius dan membutuhkan perhatian dari semua pihak, khususnya orang tua,” ujarnya.
Masih kata Khairani, edukasi dini kepada anak dan penguatan peran keluarga sebagai pelindung utama anak adalah langkah awal yang sangat penting.
Dia juga bilang, bahwa pemahaman akan tanda-tanda kekerasan dan komunikasi terbuka antara anak dan orang tua dapat menjadi benteng pertama dalam perlindungan anak.
Tidak hanya sampai di situ, dari sisi penegakan hukum, Kanit PPA Satreskrim Polres Siak, AIPDA Leonar Pakpahan, turut hadir dan memberikan pandangan hukum terkait pelindungan anak.
Anak buah AKBP Eka Ariandy itu menjelaskan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, laporan kasus kekerasan seksual terhadap anak cenderung meningkat, dan sebagian besar terjadi di lingkungan yang justru dekat dengan korban.
“Kami mengimbau masyarakat, khususnya orang tua dan guru, untuk tidak ragu melaporkan apabila menemukan indikasi kekerasan terhadap anak. Kami siap menangani dengan cepat dan sesuai prosedur hukum yang berlaku,” ujar Polisi yang akrab disapa Delon itu.
Acara ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh masyarakat setempat, seperti Penghulu Kampung Perawang Barat, H. Faizal, Kerani Kampung Syahrial, Ketua Bapekam Joni K, serta pendamping dana desa Bayu, yang turut memberikan dukungan terhadap kegiatan edukatif tersebut.
Tak ketinggalan, Bhabinkamtibmas Kampung Perawang Barat, AIPDA Hendri Hidayat, yang menjaga keamanan selama acara berlangsung dengan tertib dan aman.
Sebanyak 40 siswa-siswi dari berbagai SMP di Kamp Perawang Barat turut serta mewarnai kegiatan ini, didampingi oleh Wakil Kepala Sekolah SMPN 1 Perawang, Amaludin, S.Pd. Para siswa tampak antusias menyimak materi yang disampaikan, terutama tentang hak-hak anak, cara menjaga diri, serta langkah-langkah melapor jika mengalami atau melihat tindak kekerasan.
Kapolres Siak, AKBP Eka Ariandy Putra, melalui Kapolsek Tualang, Kompol Hendrix, menyampaikan harapannya agar kegiatan seperti ini terus dilakukan secara berkelanjutan.
“Pencegahan kekerasan seksual terhadap anak tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja, namun perlu sinergi semua unsur masyarakat. Edukasi adalah kunci, dan hari ini adalah salah satu bentuk nyata dari usaha tersebut,” pungkas Kompol Hendrix.










